Kenapa Misi Artemis II Tak Bawa Astronaut Mendarat di Bulan?

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Misi Artemis II resmi meluncur dari Cape Canaveral untuk terbang melintasi Bulan dalam misi 10 hari dan lalu kembali ke Bumi. Namun, kenapa misi ini tidak membawa astronaut mendarat di Bulan?

Empat astronaut sudah memulai perjalanan bersejarah menuju Bulan pada Rabu (1/4) waktu setempat atau Kamis (2/4) waktu Indonesia. Ini menandai misi berawak pertama ke satelit alami Bumi sejak 1972.

Keempat awak yang akan terlibat dalam misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat (AS), serta Jeremy Hansen dari Kanada. Mereka akan menjalani misi sepuluh hari mengorbit Bulan tanpa mendarat, mirip dengan misi Apollo 8 pada 1968.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misi ini disebut mencatat sejumlah pencapaian bersejarah, seperti mengirimkan orang kulit berwarna pertama, perempuan pertama, serta warga negara non-Amerika pertama dalam misi lunar.

Misi Artemis II ini juga menandai penerbangan perdana roket lunar baru NASA, Space Launch System (SLS). Namun, kenapa misi Artemis II tidak membawa para astronaut ini mendarat di Bulan?

Pendaratan pertama di Bulan dalam rangkaian program Artemis diperkirakan baru akan dilakukan pada misi Artemis IV, dengan waktu paling cepat pada 2028.

Dikutip dari Space, hal ini disebabkan oleh fakta bahwa program Artemis tidak dirancang untuk mendaratkan Artemis II di Bulan.

Pesawat ruang angkasa Orion yang akan digunakan para astronaut tidak memiliki kemampuan pendaratan, dan NASA menerapkan pendekatan pengujian bertahap sebelum memutuskan untuk melakukan pendaratan di Bulan.

Artemis I sebelumnya berhasil meluncurkan pesawat ruang angkasa Orion tanpa awak ke orbit Bulan dan kembali pada akhir 2022, dalam peluncuran perdana roket Space Launch System (SLS).

Ini merupakan misi kedua bagi Orion, yang sebelumnya diluncurkan menggunakan roket Delta IV dari United Launch Alliance dalam misi tanpa awak mengelilingi Bumi pada Desember 2014.

Artemis II juga merupakan misi uji coba ke Bulan, tetapi kali ini dengan awak. Orion akan membawa sistem pendukung kehidupan untuk pertama kalinya, dan awak akan menguji kemampuan mereka dalam mengendalikan kapsul di orbit Bumi sebelum melakukan pembakaran mesin untuk mencapai Bulan.

Artemis II "akan memastikan semua sistem pesawat ruang angkasa beroperasi sesuai rancangan dengan awak di dalamnya dalam lingkungan ruang angkasa yang sesungguhnya," tulis NASA dalam deskripsi misi.

"Misi ini akan membuka jalan bagi misi ke permukaan Bulan, membangun kemampuan sains dan eksplorasi Bulan jangka panjang, serta menginspirasi generasi penjelajah berikutnya," tambahnya.

Awalnya, NASA merencanakan Artemis 3 untuk melakukan pendaratan berawak pertama di Bulan pada 2027. Namun, pada akhir Februari tahun ini, badan antariksa tersebut merestrukturisasi program Artemis, mengubah Artemis 3 menjadi misi yang akan melatih operasi dok dan pertemuan di orbit Bumi antara Orion dan salah satu atau kedua pendarat berawak swasta dalam program tersebut (Starship milik SpaceX dan Blue Moon milik Blue Origin).

Jika Artemis III berjalan lancar, Artemis 4 akan mendaratkan awak di Bulan pada 2028.

Tujuan akhir dari program Artemis yang lebih luas ini memiliki dua aspek, yakni untuk membangun kehadiran yang berkelanjutan di permukaan Bulan dan untuk menunjukkan norma-norma AS di ruang cislunar melalui Artemis Accords.

(lom/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |