Kucing Indonesia Rata-rata Cuma Bisa Hidup 6 Tahun

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kucing kerap dianggap sebagai hewan peliharaan yang bisa menemani pemiliknya selama bertahun-tahun. Namun, kenyataannya, tidak semua kucing di Indonesia bisa mencapai usia tersebut.

Berdasarkan studi lokal yang dilakukan Royal Canin Indonesia, rata-rata usia harapan hidup kucing di Indonesia hanya sekitar 5,3 hingga 6 tahunan. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi usia hidup kucing yang dapat mencapai lebih dari 10 tahun dengan perawatan yang baik.

Country Head Royal Canin Indonesia Mohamad Yusuf Hasanudin mengatakan masih banyak pemilik hewan di Indonesia yang menganggap usia enam atau tujuh tahun sudah cukup panjang bagi kucing peliharaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang Indonesia merasa enam atau tujuh tahun cukup untuk pet. Padahal, di beberapa negara bisa sampai 18 tahun," kata Yusuf dalam acara Media Group Interview yang digelar Royal Canin Indonesia di Hotel Santika, Tangerang, Jumat (4/9).

Menurut dia, kesadaran pemilik mengenai kesehatan dan kebutuhan kucing menjadi salah satu hal yang perlu ditingkatkan. Sebab, usia kucing bukan hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga dipengaruhi oleh pola perawatan dan lingkungan tempat tinggal.

"Tugas kita memastikan pet owner tahu bagaimana caranya agar pet umurnya lebih panjang," ujarnya.

Mengapa banyak kucing tidak berumur panjang?

Ada sejumlah faktor yang dapat membuat usia hidup kucing menjadi lebih pendek. Salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan yang belum menjadi kebiasaan bagi sebagian pemilik.

Kucing dikenal pandai menyembunyikan rasa sakit. Akibatnya, penyakit terkadang baru diketahui ketika kondisinya sudah cukup parah. Pemeriksaan rutin ke dokter hewan dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal.

Faktor lainnya adalah rendahnya angka sterilisasi. Sterilisasi bukan hanya berkaitan dengan pengendalian populasi kucing, tetapi juga dapat membantu mengurangi risiko sejumlah masalah kesehatan yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Lingkungan juga berpengaruh besar terhadap keselamatan kucing. Kucing yang sering dilepas berkeliaran di luar rumah menghadapi berbagai risiko, seperti tertabrak kendaraan, berkelahi dengan hewan lain, terpapar penyakit, hingga mengalami keracunan atau cedera.

Karena itu, kucing yang dipelihara di dalam rumah dengan lingkungan yang aman umumnya memiliki peluang hidup lebih panjang dibandingkan kucing yang hidup bebas di luar.

Anggapan bahwa kucing hanya perlu hidup hingga enam atau tujuh tahun perlu mulai diubah. Usia tersebut sebenarnya masih tergolong muda jika melihat potensi usia hidup kucing yang mendapatkan perawatan dengan baik. Tidak sedikit kucing yang mampu melewati usia 10 tahun, meski tentu saja kondisi setiap kucing berbeda.

Bahkan, ada kucing yang dapat mencapai usia belasan tahun. Namun, semakin panjang usia kucing, semakin penting pula perhatian terhadap kesehatan, nutrisi, dan perubahan kebutuhan mereka. Artinya, pemilik tidak seharusnya menunggu kucing sakit terlebih dahulu untuk mulai memperhatikan kesehatannya.

Cara membantu kucing hidup lebih lama

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pemilik untuk membantu menjaga kesehatan kucing, yakni sebagai berikut:

1. Penuhi nutrisi

Berikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kucing. Nutrisi yang seimbang penting untuk menjaga berat badan sekaligus mendukung kesehatan organ tubuh.

2. Vaksinasi

Pastikan vaksinasi dilakukan secara rutin sesuai rekomendasi dokter hewan. Vaksinasi membantu memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit yang dapat membahayakan kucing.

3. Pemeriksaan kesehatan rutin

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan tidak harus menunggu sampai kucing menunjukkan tanda-tanda sakit.

4. Sterilisasi

Pertimbangkan sterilisasi dan konsultasikan prosedurnya dengan dokter hewan. Langkah ini dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan sekaligus membantu mengendalikan populasi kucing.

5. Keamanan lingkungan

Terakhir, perhatikan keamanan lingkungan. Membatasi akses kucing ke jalan atau area berisiko dapat mengurangi kemungkinan kecelakaan dan paparan berbagai bahaya di luar rumah.

(tis/tis)

Read Entire Article
| | | |