Mengapa Rokok menjadi Pemicu Serangan Jantung? Begini Penjelasannya

3 hours ago 6

CNN Indonesia

Senin, 13 Apr 2026 15:15 WIB

Rokok bisa jadi salah satu pemicu serangan jantung. Tak hanya perokok aktif, perokok pasif pun bisa mendapat dampak negatif ini. Ilustrasi. Rokok bisa jadi salah satu pemicu serangan jantung. Tak hanya perokok aktif, perokok pasif pun bisa mendapat dampak negatif ini. (iStock/Nopphon Pattanasri)

Jakarta, CNN Indonesia --

Merokok termasuk salah satu faktor utama penyakit jantung lantaran banyaknya zat kimia beracun dalam rokok. Pertanyaannya kemudian, mengapa rokok menjadi pemicu serangan jantung?

Secara umum, zat kimia yang terhirup ketika merokok bisa merusak jantung dan pembuluh darah. Pasalnya, zat-zat yang terkandung di dalamnya sangat berbahaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya bagi mereka yang kasatmata tampak sehat, para penderita penyakit darah tinggi atau obesitas yang merokok sudah semestinya memberikan perhatian serius. Hal ini tiada lain karena risiko terkena penyakit jantung bakal makin meningkat.

Mengapa rokok menjadi pemicu serangan jantung?

Pertanyaan pun menyeruak, mengapa rokok menjadi pemicu serangan jantung? Menurut laman National Heart, Lung, and Blood Institute Amerika Serikat, zat kimia yang terhirup saat merokok bisa merusak jantung.

Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya aterosklerosis, yakni penumpukan plak di dalam arteri.

Selain itu, dalam rokok terdapat zat bernama nikotin yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah sekaligus meningkatkan tekanan darah. Alhasil, penyempitan ini memaksa jantung bekerja lebih keras.

Dampak lainnya yang tak kalah berbahaya, yaitu pembekuan darah lantaran merokok bisa membuat trombosit lebih lengket dan meningkatkan pembentukan gumpalan darah yang menyumbat arteri serta menyebabkan serangan jantung.

Di sisi lain, asap rokok juga sebisa mungkin harus dihindari. Seseorang yang sering terpapar asap rokok, jantung dan pembuluh darahnya bisa rusak, kendati orang tersebut tidak merokok atau biasa dikenal sebagai "perokok pasif."

Laman CDC menyebut, paparan asap rokok bisa menyebabkan hal-hal berikut:

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
  • Menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahun pada non-perokok.
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 25 hingga 30 persen pada orang yang sering terpapar, baik ketika di rumah atau di tempat kerja.

Berhenti merokok dan cegah penyakit jantung

Dengan tingginya kemunculan risiko penyakit jantung, berhenti merokok merupakan langkah terbaik yang bisa dilakukan. Apabila sudah benar-benar berhenti, jangan lupa pula untuk menghindari paparan asap rokok.

Keuntungan berhenti merokok dalam konteks penyakit jantung, yakni menurunkan berbagai risiko. Seiring waktu, berhenti merokok dapat membantu menurunkan aterosklerosis atau penumpukan plak di dalam arteri dan pembekuan darah.

Adapun dampak berhenti merokok bisa dirasakan bahkan hanya dalam hitungan menit, contohnya:

  • Berhenti merokok selama 20 menit, detak jantung yang cepat bakal kembali melambat dan berangsur normal.
  • Berhenti merokok selama 12 jam, karbon monoksida dalam darah bakal menurun dan kembali normal.
  • Berhenti merokok selama 4 tahun, maka risiko untuk terkena stroke akan menurun.

Dari penjelasan tersebut, mulai dari kemungkinan terjadinya aterosklerosis, penyempitan pembuluh darah, hingga penyumbatan arteri, merupakan alasan mengapa rokok menjadi pemicu serangan jantung. Jadi, hindari rokok untuk kesehatan jantung Anda.

(hdr/rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |