Jakarta, CNN Indonesia --
Rekor tiga kemenangan beruntun milik Manchester United di Liga Inggris akan dipertaruhkan saat bertemu Tottenham Hotspur. Mampukah Spurs redam keganasan MU era Michael Carrick?
Setan Merah jadi kesebelasan paling disorot di Premier League usai meraih tiga kemenangan berturut-turut sejak dipimpin Carrick.
Tak tanggung-tanggung, dua dari tiga korban kebangkitan MU adalah Manchester City dan Arsenal, yang tengah bersaing di papan atas klasemen. Korban terbaru adalah Fulham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan positif tentu jadi modal bagus MU untuk melumat Tottenham. Terlebih Man United akan bertindak sebagai tuan rumah saat kedua tim bersua pada Sabtu (7/2).
Tottenham memang sedang tidak baik-baik saja musim ini. Penampilan angin-anginan membuat mereka berada di peringkat ke-14 dengan 29 poin. Sementara MU ada di posisi keempat dengan 41 poin.
Jika mengacu papan klasemen sementara, MU jauh lebih unggul dari Tottenham. Namun, tim tamu punya rekor bagus ketika berhadapan dengan MU.
Bruno Fernandes dan kawan-kawan tidak pernah menang melawan Tottenham dalam delapan pertandingan terakhir di berbagai ajang.
Pada pertemuan terakhir yang berlangsung pada November 2025, MU bermain imbang 2-2 lawan Tottenham pada putaran pertama Premier League musim ini.
The Lilywhites juga tengah dalam performa terbaik setelah mampu menahan imbang Man City di Liga Inggris pada Minggu (1/2).
Selain itu, Tottenham juga punya catatan gemilang di Liga Champions. Berstatus sebagai juara Liga Europa 2024/2025, Spurs mampu lolos otomatis ke fase gugur Liga Champions musim ini.
Dominic Solanke dan kolega finis di posisi keempat dengan torehan 17 poin. Dari delapan pertandingan, Spurs mencatatkan lima kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan.
Menarik dinanti apakah rekor bagus di Liga Champions bisa jadi modal Tottenham untuk meredam kebangkitan MU di Liga Inggris saat kedua tim bentrok akhir pekan nanti.
(jun/jun/jal)

















































