Menhan: Suku Dayak Diberi Privilege untuk Syarat Fisik Masuk TNI

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan ada pemberian privilege atau keistimewaan tertentu bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin masuk menjadi prajurit TNI.

Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie ketika ditanya mengenai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (29/8) lalu. Pertemuan itu salah satunya membahas soal syarat masyarakat suku Dayak Pedalaman masuk TNI.

"Oh ya, suku Dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah," kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan masyarakat Dayak pada dasarnya sudah diperbolehkan mengikuti rekrutmen TNI.

Termasuk bagi mereka yang memiliki tato sebagai bagian dari tradisi.

"Ya memang dari dulu juga sudah boleh, memang nggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan," kata Maruli.

Meski demikian, Maruli mengatakan sejauh ini belum ada masyarakat Dayak dengan karakteristik seperti bertato yang mendaftar masuk TNI.

"Kan suku Dayak gak semua bertato, jadi sebenarnya gak ada masalah sih, yang berminat kita belum tahu, nanti kita cari lagi lah. Kita pastika, karena kita juga senang kalau ada semua perwakilan daerah seluruh Indonesia, apalagi kita sekarang menambah personel, kalau bisa lebih banyak, lebih bagus," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menerima Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) lalu.

Berdasar unggahan di akun instagram resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo disebut langsung menginstruksikan beberapa hal terkait keinginan Panglima Jilah.

Salah satu adalah keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi Anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan, misalnya penggunaan tato bagi suku adat.

Keesokan harinya, pada Sabtu (29/8), Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang.

Prabowo dalam pertemuan itu meminta perkembangan soal beberapa hal, salah satu terkait syarat perekrutan Suku Dayak Pedalaman yang ingin jadi prajurit TNI.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," demikian pernyataan dari Seskab RI, dikutip dari akun Instagram Seskab RI.

(yoa/dal)

placeholder

Read Entire Article
| | | |