Jakarta, CNN Indonesia --
Permodalan Nasional Madani (PNM) memastikan kehadiran mendukung nasabah di situasi sulit, seperti ketika terjadi kebakaran yang melahap ratusan rumah tradisional Suku Sasak di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu kampung wisata budaya di Lombok. Di balik rumah-rumah adat beratap alang-alang, banyak perempuan menjalankan usaha kecil, termasuk nasabah PNM Mekaar yang mengandalkan kerajinan tenun sebagai sumber penghasilan.
Kain songket dan selendang khas Sasak sebagai daya tarik bagi wisatawan, merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang juga menopang perekonomian keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu (26/8) malam, truk bantuan PNM tiba di Desa Adat Sade. Kebakaran itu menghabiskan seluruh harta benda, termasuk alat tenun, hasil produksi, hingga kios-kios kecil tempat warga menjajakan kerajinan.
"Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya," ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.
Semangat itu yang diusung PNM Peduli di Desa Adat Sade, yakni dengan terlebih dahulu melihat kebutuhan yang paling mendesak di lapangan. Sebelum penyaluran dilakukan, tim turun langsung memastikan dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan nasabah dan masyarakat terdampak.
Dari pemetaan, perlengkapan rumah tangga menjadi salah satu kebutuhan utama. Hampir seluruh peralatan untuk memasak, makan, minum, dan aktivitas sehari-hari musnah bersama rumah yang jadi puing.
Bagi warga yang baru kehilangan hampir seluruh isi rumah, perlengkapan rumah tangga adalah langkah awal agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi yang serba terbatas.
Kehadiran PNM Peduli di Desa Adat Sade itu menjadi respons cepat atas kondisi nasabah terdampak, yang dilakukan lewat pertimbangan akan kebutuhan di lapangan.
(rea/rir)


















































