Menyambut Kelahiran Kembali Sirkus Dalam Ruangan Tertua di Dunia

2 hours ago 5

CNN Indonesia

Jumat, 20 Feb 2026 20:45 WIB

Napoleon III pertama kali membuka Cirque d'Hiver pada tahun 1852 dan telah menjadi sirkus dalam ruangan tertua di dunia. Ilustrasi pertunjukan sirkus. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta, CNN Indonesia --

Cirque d'Hiver tengah bersiap menyambut kembali masa kejayaannya. Sirkus dalam ruangan tertua di dunia ini akan dipulihkan melalui renovasi besar-besaran, mengembalikan kemegahan puluhan mural klasik yang tersembunyi dan menambah fasilitas lainnya.

Cirque d'Hiver telah mengukir sejarah dalam dunia sirkus, khususnya di kota kelahirannya, Paris, Prancis. Napoleon III pertama kali membuka Cirque d'Hiver pada tahun 1852 dan menjadi sirkus dalam ruangan tertua di dunia.

Kemegahan adalah daya pikatnya, karena di dalam sana terdapat banyak lukisan dinding (mural) raksasa yang menggambarkan sejarah sirkus. Mulai dari atraksi berkuda hingga pertunjukan akrobat tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sejak tahun 1950-an, area dinding di dalam sirkus itu ditutup oleh panel kayu. Selama hampir 70 tahun, Cirque d'Hiver menyembunyikan 20 mural raksasa yang megah tersebut.

Sampai hari ini, mural raksasa masih tersimpan rapi dan bersembunyi di balik panel kayu. Sebentar lagi, publik bisa kembali melihat kemegahan Cirque d'Hiver dengan muralnya tersebut setelah tempat ini direnovasi besar-besaran.

Melansir Independent, Pemerintah Prancis berencana untuk memulihkan Cirque d'Hiver. Renovasi meliputi restorasi 20 mural raksasa dan meningkatkan kenyamanan fasilitas di Cirque d'Hiver yang sudah tua menjadi lebih modern.

"Kami melepas panel minggu lalu untuk memeriksa apakah lukisannya masih ada di sana. Ada beberapa kerusakan karena terkena air, tetapi untungnya mereka masih dapat dipulihkan," ujar arsitek yang mengawasi renovasi proyek, Stephane Millet.

Millet menyoroti bahwa mural-mural tersebut telah lama dilupakan, padahal mural ini mengandung nilai artistik dan budaya yang penting. Bahkan 20 mural tersebut juga menceritakan sejarah Prancis di zaman kuno melalui lukisan yang indah.

"Mural-mural itu menunjukkan orang Galia melawan orang Romawi. Lukisan-lukisan ini memberi tahu kita banyak hal tentang bagaimana orang Prancis menjalani hidup di abad ke-19," lanjutnya.

Selain merestorasi mural raksasa yang berharga, renovasi juga mencakup perbaikan dan peningkatan beberapa fasilitas. Jendela yang sebelumnya ditutupi oleh tirai tebal akan diperbaiki agar bisa berfungsi kembali, kursi dan karpet juga akan diganti agar kembali baru.

Sementara itu, bagian luar sirkus sebenarnya sudah secara bertahap direnovasi dari 20 tahun yang lalu. Jadi, renovasi kali ini lebih berfokus pada membenahi interior sirkus, untuk memastikan pertunjukan Cirque d'Hiver yang meriah itu dapat digelar kembali tanpa gangguan.

"Kami semua jatuh cinta dengan tempat ini. Kami senang bekerja dan dipekerjakan di Cirque d'Hiver. Satu sisi bekerja untuk sirkus, di sisi lain bekerja untuk sejarah," kata Kepala Produksi Cirque d'Hiver, Fabrice Bing.

Ia menambahkan, renovasi ini penting demi kenyamanan para pengunjung. Beberapa fasilitas tambahan yang dihadirkan di Cirque d'Hiver adalah kursi dengan ruang kaki yang lebih luas, ventilasi udara yang ditingkatkan, dan aksesibilitas untuk pengunjung disabilitas.

Proyek renovasi ini diprediksi akan menelan beberapa juta euro, tetapi angka pastinya belum bisa dikonfirmasi. Kementerian Budaya Prancis telah sepakat untuk membiaya proyek ini, bersama dengan keluarga Bouglione yang merupakan pemilik Cirque d'Hiver.

(ana/wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |