Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta terpantau tidak mengalami lonjakan antrean menjelang pengumuman harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero) siang tadi, Selasa (31/3).
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada pukul 13.10 WIB, aktivitas pengisian BBM di sejumlah titik masih terbilang normal.
Di SPBU BP AKR Lenteng Agung, Jakarta Selatan, terlihat sejumlah antrean mobil dan sepeda motor. Namun, antrean tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengular panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di SPBU Pertamina Jalan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, terpantau beberapa kendaraan mengisi bahan bakar tanpa menimbulkan antrean berarti.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jalan Rambutan, Jagakarsa. Sejumlah sepeda motor tampak mengisi Pertalite dan Pertamax, tanpa antrean panjang. Bahkan, tidak terlihat antrean mobil di lokasi tersebut.
Berbeda dengan beberapa titik lain, antrean kendaraan terlihat lebih padat di SPBU Pertamina Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan. Antrean mobil tampak mengular hingga jalan raya, meski antrean sepeda motor masih relatif normal.
Sementara itu, di SPBU Pertamina Jati Asih, Bekasi, antrean kendaraan baik mobil maupun sepeda motor terpantau dalam kondisi normal.
Pertamina diketahui akan memperbarui harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 1 April 2026. Pengumuman resmi rencananya akan disampaikan melalui situs resmi Pertamina www.pertamina.com.
Saat ini, harga BBM di wilayah DKI Jakarta untuk jenis subsidi masih bertahan, yakni Pertalite Rp10 ribu per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Adapun BBM non-subsidi seperti Pertamax dijual Rp12.300 per liter, Pertamax Green Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.100, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Di tengah rencana penyesuaian harga tersebut, pemerintah memastikan akan mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya terkait BBM subsidi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan harga BBM subsidi masih stabil meski harga minyak dunia telah menembus US$115 per barel.
"Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang masih stabil. Saya pikir Bapak Presiden punya hati untuk memperhatikan rakyat kecil," ujarBahlil saat ditemui wartawan di sela kunjungan kerja Presiden di Jepang, Senin (30/3) waktu setempat.
Ia menambahkan keputusan terkait harga BBM akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.
"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya, Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," katanya.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya aksi panic buying di sejumlah SPBU, meski pengumuman harga BBM tinggal menghitung jam.
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google

















































