Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto mengaku pernah menjadi korban penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) deepfake. Namun begitu, Prabowo mengaku tidak terlalu memusingkan hal tersebut, karena video yang beredar membuat dirinya jadi bisa 'bernyanyi'.
Prabowo menceritakan bahwa suaranya pernah dimanipulasi menggunakan AI deepfake hingga terdengar seperti sedang bernyanyi dengan kualitas suara yang jauh lebih baik dari aslinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ini suara saya jelek, saya enggak bisa nyanyi. Ada di YouTube, Prabowo nyanyi, suaranya bagus banget. Saya aja kaget, boleh juga nih, kalau menguntungkan boleh, kalau enggak menguntungkan bagaimana," kata Prabowo dalam Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah yang digelar Rabu (8/4).
Deepfake merupakan teknologi berbasis AI yang mampu membuat video, audio, atau gambar palsu yang tampak sangat nyata. Teknologi ini bekerja menggunakan metode deep learning, yakni sistem pembelajaran mesin yang dilatih dengan data dalam jumlah besar untuk meniru wajah, suara, hingga gerakan seseorang.
Dengan teknik ini, seseorang bisa "dibuat" seolah-olah mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Awalnya, deepfake berkembang di forum internet sekitar tahun 2017, namun kini penggunaannya semakin luas-baik untuk hiburan maupun kejahatan.
Tak hanya itu, ia juga mengungkap bahwa pernah ada konten video yang berisi dirinya berpidato dalam berbagai bahasa asing seperti Mandarin dan Arab, padahal ia mengaku tidak bisa berbicara menggunakan dua bahasa tersebut.
"Ada lagi saya pidato bahasa Mandarin, ada lagi saya pidato dalam bahasa Arab. Luar biasa. Karena waktu itu kampanye, saya kira kalau di daerah-daerah tapal kuda, ini mungkin menguntungkan, jadi saya diam juga, kalau menguntungkan kita diam," kata Prabowo sambil bercanda dan disambut tawa oleh para menteri serta pejabat pemerintahan yang ikut hadir.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan betapa canggih dan sekaligus berbahayanya teknologi AI saat ini.
Prabowo bukan satu-satunya pejabat yang jadi korban deepfake. Sebelumnya, Preisden ke-7 RI Joko Widodo juga sempat menjadi korban penyalahgunaan teknologi serupa.
(wpj/dmi)
Add
as a preferred source on Google
















































