Profil Bos Gangster Paling Kejam dan Brutal di Venezuela

2 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Bos gangster Tren de Aragua (TdA), Nino Guererro, menjadi sorotan usai tewas dalam operasi gabungan Venezuela dan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (12/6).

Kematian Guererro dikonfirmasi langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan pihak berwenang Venezuela.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terjadi bentrokan dengan anggota struktur kriminal ini, di mana Hector Rusthenford Guerrero Flores, alias 'Nino Guerrero,' berhasil dilumpuhkan," demikian pernyataan resmi Kementerian Komunikasi Venezuela, dikutip AFP, Sabtu (13/6)

AS memasukkan TdS sebagai organisasi teroris asing dan mencap kelompok tersebut jadi salah satu paling brutal dan kejam di dunia. Mereka juga memburu Guererro dan sempat mengumumkan bersedia memberi imbalan bagi siapa saja yang punya informasi soal dia.

Terlepas dari operasi itu, siapa sebetulnya Nino Guerrero?

Guerrero memiliki nama asli Hector Rusthenford Guerrero. Dia lahir pada 2 Desember 1983 di Maracay, negara bagian Aragua.

Perkenalan dia dengan dunia kriminal bermula sekitar tahun 2000. Saat itu, Guerrero bergabung dengan kelompok kriminal lokal yang menyerang petugas dan terlibat perdagangan manusia skala kecil, demikian dikutip InsightCrime.

Pada 2005, berdasarkan catatan Mahkamah Agung Venezuela, dia membunuh salah satu petugas polisi Aragua. Tindakan ini membuat Guerrero masuk dalam daftar pemantauan pihak berwenang.

Pada saat itu, Tren de Aragua sudah memiliki reputasi kriminal karena menculik dan memeras pengusaha serta menyuap pejabat publik.

Bolak-balik masuk penjara

Lima tahun kemudian, Guererro ditangkap karena kasus pencurian, perdagangan narkoba, hingga pembunuhan. Dia lalu dipenjara di Aragua yang dikenal Torocon.

Namun, baru dua tahun menjalani hukuman, Guererro kabur dari jeruji besi. Kemudian pada Juni 2013, dia berhasil ditangkap lagi di Barquisimeto. Dari sinilah, karier kriminalnya mulai menanjak.

Meski dalam penjara, dia muncul di hadapan publik tepatnya di sebuah pesta di Maracay. Saat itu, Guerrero memperkenalkan diri sebagai pemimpin kelompok dan berjanji akan memperbaiki kondisi kehidupan penduduk setempat.

Setahun kemudian, Guerrero muncul di pengadilan di Maracay. Ia didakwa dengan sederet pembunuhan, beberapa perampokan rumah, membawa senjata, perdagangan narkoba, dan melarikan diri dari Tocorón.

Pada 2018, bos gangster itu akhirnya mengakui kejahatan yang didakwakan dan dijatuhi hukuman 17 tahun penjara. Ia dibui di Tocoron.

Namun, hukuman ini tidak mengurangi kekuatan Guerrero atau Tren de Aragua. Organisasi ini terus berkembang di Venezuela, bahkan pada 2020 mereka diperkirakan memiliki sekitar 1.000 anggota.

Kekuasaan TdA terus meluas di seluruh Venezuela. Mereka bahkan menguasai tambang emas di Bolivar.

Kegiatan mereka tentu meresahkan petugas keamanan. Lalu pada 2023, otoritas Venezuela melancarkan operasi keamanan besar-besaran di penjara Tocoron. Setidaknya 11.000 personel polisi dan militer dikerahkan ke sana.

Namun mereka gagal menemukan Guerrero dan para pemimpin kelompok tersebut. Sejumlah sumber mengklaim para pemimpin Tren de Aragua sudah bernegosiasi dengan pemerintah dan menyepakati rencana pelarian beberapa hari sebelum penggerebekan penjara.

(isa/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |