Makassar, CNN Indonesia --
Manajemen PSM Makassar angkat bicara terkait laporan penganiayaan yang diduga dilakukan Ricky Pratama terhadap kekasihnya saat akan menjalani laga tandang beberapa waktu lalu.
"Merespons informasi yang beredar terkait laporan dugaan penganiayaan oleh Ricky Pratama, pihak klub telah memanggil pemain tersebut," kata Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim dalam rilisnya, Selasa (17/2).
Sulaiman menerangkan pemanggilan tersebut dilakukan untuk memberikan keterangan terkait persoalan yang dihadapi Ricky saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya, harus kita pahami bahwa ini adalah ranah pribadi dari pemain dan klub memberikan waktu kepada pemain untuk mengikuti proses hukum yang ada," ungkapnya.
PSM dalam persoalan ini tidak akan mengintervensi proses hukum yang sementara berjalan dan menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
"Untuk menghindari isu-isu liar yang beredar, klub akan berpegang pada asas kepastian hukum dengan memantau perkembangan status hukum dari pemain yang bersangkutan," pungkasnya.
Sebelumnya, pemain PSM Makassar, inisial RP dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan setelah diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap kekasihnya, DP (25) yang mengakibatkan korban mengalami luka memar.
"Klien kami melakukan visum dan kami ke Polda untuk buat laporan polisi (LP)," kata kuasa hukum AD, Eko Saputra kepada wartawan, Sabtu (16/2).
Kasus penganiayaan tersebut, bermula saat PSM akan menjalani laga tandang ke Yogyakarta, Jumat (6/2) lalu di kamar kos korban di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar.
"Itu rencana PSM mau away ke Jogya sebelum berangkat itu terjadi cekcok. Menurut klien kami mereka sudah menjalin asmara selama sampai 4 bulan. Klien kami tinggal dekat mess pemain PSM," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan korban, kata Eko, bahwa pertengkaran tersebut dipicu akibat korban yang ingin ikut mendampingi Ricky saat PSM menjalani laga tandang.
"Kenapa (terlapor) melakukan penganiayan itu, karena klien kami disuruh tinggal saja di Makassar tidak usah ikut ke Jogya dalam away itu. Kalau cekcok antara pihak ketiga itu kurang tahu karena informasi dari klien kami itu tidak ada orang ketiga di situ," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto yang dikonfirmasi terkait laporan tersebut belum memberikan keterangan resminya.
Ricky Pratama sempat mendapat panggilan Timnas Indonesia era Shin Tae Yong, Indra Sjafri, dan Gerald Vanenburg. Ia jadi anggota Timnas Indonesia U-20 kemudian berlanjut ke Timnas Indonesia U-23.
(nva/nva)


















































