Purbaya Pastikan APBN Kuat Jaga BBM saat Harga Minyak Dunia Bergejolak

6 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi, menyusul lonjakan tarif minyak mentah dunia.

Purbaya bilang, pemerintah mengoptimalkan fungsi APBN sebagai penyerap guncangan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga minyak dunia imbas konflik Timur Tengah.

"Jadi fungsi anggaran adalah meng-absorb shock dari luar tadi. Jadi sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah. Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan untuk harga BBM, karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," kata Purbaya usai meninjau Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, DIY, Selasa (17/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendahara negara itu menyampaikan bahwa pemerintah tengah menghitung asumsi harga minyak dalam APBN berdasarkan rata-rata dalam satu tahun penuh. Level kenaikan harga minyak dunia per hari ini masih dalam batas ketahanan anggaran negara.

"Kalau segini aja mah kalau Pak Presiden mau sampai akhir tahun juga bisa, nggak ada masalah. Jadi saya punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai, yang pengamat-pengamat itu nggak tahu uangnya di mana," ujar Purbaya.

Purbaya selain itu turut menegaskan bahwa kondisi fiskal nasional per hari ini yang masih sangat sehat dan ekspansif.

Hanya saja, pemerintah masih akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia. Khususnya menyangkut wacana pemangkasan anggaran sebagai dampak dari gejolak harga minyak.

"Belum, pemangkasan belum ada, belum ada keputusan pemangkas anggaran. Kita sedang melakukan exercise terus melihat perkembangan harga minyak dunia seperti apa," katanya.

Harga minyak dunia belakangan terus melambung buntut perang panas AS-Israel vs Iran. Selama dua pekan terakhir, minyak dunia beberapa kali tembus lebih dari US$100 per barel, rekor tertinggi sejak 2022.

Di lain sisi, kecukupan stok BBM Indonesia menjadi perhatian menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.

Risiko terganggunya pengiriman pasokan minyak mencuat setelah Iran menutup, sebelum akhirnya membuka dengan akses terbatas, bagi negara lain untuk melewati Selat Hormuz.

[Gambas:Video CNN]

(kum/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |