Ragam Penyebab Kendaraan Bisa Mogok Tepat di Perlintasan Kereta

4 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sedikitnya 40 kasus kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang sepanjang 2026. Beberapa di antaranya disebabkan kendaraan mendadak mati saat melintas di perlintasan kereta.

Menurut Kemenhub, kendaraan bisa saja berhenti di perlintasan akibat mati mesin di perlintasan, lalu ada juga kasus roda ban belakang motor tersangkut karena membawa beban bawaan berat dagangan. Tak hanya itu, ada pula mobil yang mengalami gangguan mesin saat berada di tengah rel.

Terakhir, truk lowdeck dapat tersangkut karena elevasi gradien di perlintasan tidak sesuai dengan truk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan juga mayoritas insiden atau 57,5 persen terjadi di perlintasan tanpa palang pintu sebanyak 23 kejadian, sementara 17 kejadian lainnya (42,5 persen) terjadi di perlintasan berpalang pintu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemicu utama kecelakaan didominasi perilaku pengendara yang menerobos (34 kasus), diikuti kendaraan mogok (4 kasus), dan keterlambatan penutupan palang pintu (3 kasus). Dampak kecelakaan ini sangat fatal, merenggut 25 nyawa (61 persen), serta menyebabkan 5 luka berat (12 persen) dan 11 luka ringan (27 persen).

Adapun kendaraan yang terlibat meliputi 22 mobil (55 persen) dan 18 sepeda motor (45 persen), demikian melansir Antara.

Penyebab mesin kendaraan mati di perlintasan kereta

Lebih spesifik, Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) memaparkan penyebab mesin mobil mati mendadak saat melintas di perlintasan kereta karena adanya medan magnet pada rel.

Penjelasannya, rel kereta memiliki emisi elektromagnetik. Artinya ada kabel penghantar arus listrik yang terpasang. Lalu Kabel tersebut tidak kompatibel dengan mesin mobil, terlebih jika kereta api hendak melintas di sekitar jarak 600 meter.

Lalu arus listrik kemudian menghantarkan medan magnet yang tinggi. Medan magnet itu yang membuat putaran mesin mobil tiba-tiba mati saat melintas di atas rel kereta api.

Logikanya, ketika ada arus listrik yang mengalir pada rel kereta bersentuhan dengan benda elektromagnetik yang tidak kompatibel, maka berpotensi menghasilkan emisi di atas ambang batas.

Paparan dari emisi tersebut yang membuat sistem kelistrikan benda lain mati.

Dalam hal ini Electronic Control Unit (ECU) yang menjadi "otak" mobil berhenti bekerja. Akhirnya mesin mobil mogok tidak bisa bergerak di perlintasan dan kecelakaan pun tak bisa dihindari.

Sementara itu, KAI berargumen penyebab dari mobil macet di atas rel kereta api disebabkan medan magnet yang dihantarkan dinamo lokomotif ke rel kereta api bahkan dalam radius satu kilometer.

Itulah alasannya petugas menutup palang pintu bahkan ketika kereta belum terlihat.

Disebutkan juga, saat pengendara tidak memindahkan gigi mesin ke putaran lebih rendah, maka putaran mesin dinamo dan koil dapat mati akibat medan magnet dari lokomotif tersebut.

Kemudian ada faktor lain yang membuat mobil macet saat melintas di rel kereta yaitu faktor psikis. Kondisi ini membuat pengendara panik dan tidak bisa berpikir jernih.

Mengutip situs Daihatsu Indonesia, siapapun yang terjebak pada kondisi ini pasti histeris dan ketakutan. Terlebih pada mobil dengan transmisi manual.

Perpindahan kopling dan gas akibat panik jadi tidak stabil dan membuat mesin mobil mati dan sulit dinyalakan.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |