Satu Kesalahan Sederhana Ini Bisa Bikin Koper Nyasar ke Bandara Lain

5 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 05 Mei 2026 14:30 WIB

Menempelkan stiker barcode bekas penerbangan di koper sering dianggap sebagai "tanda jasa" atau kenang-kenangan perjalanan bagi banyak pelancong. Ilustrasi koper penumpang pesawat di conveyor bandara. (AFP/ANWAR AMRO)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menempelkan stiker barcode bekas penerbangan di koper sering dianggap sebagai "tanda jasa" atau kenang-kenangan perjalanan bagi banyak pelancong.

Namun, pakar industri penerbangan memperingatkan bahwa kebiasaan sepele ini justru menjadi pemicu utama koper hilang atau salah rute.

Stiker bagasi yang ditempelkan petugas saat check-in berisi informasi vital, mulai dari nomor penerbangan, kode bandara tujuan, hingga data pemilik. Jika terdapat lebih dari satu stiker aktif di koper Anda, sistem sortir otomatis di bandara bisa mengalami kebingungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Operating Officer Air New Zealand, Kate Boyer, menyarankan para pelancong untuk melakukan "pembersihan koper" sebelum berangkat ke bandara.

"Melepas label lama membantu memastikan informasi perjalanan terbaru menjadi yang paling mudah terbaca. Hal ini meminimalisir risiko kesalahan sistem otomatis yang dapat menghambat perjalanan bagasi Anda," jelas Boyer melansir Travel + Leisure.

Selain label besar yang melingkar di gagang koper, stiker barcode kecil yang ditempel di badan koper juga berfungsi sebagai cadangan jika label utama rusak. Jika stiker lama tetap menempel, peluang koper Anda "terbang" ke destinasi lama sangatlah besar.

Selain risiko koper nyasar, membiarkan label bagasi tetap menempel atau membuangnya sembarangan juga mengundang bahaya keamanan. Saat ini, marak dilaporkan adanya pelaku kejahatan yang mengambil label bagasi dari tempat sampah bandara.

Data yang tertera pada label-seperti nama lengkap dan nomor konfirmasi rencana perjalanan, digunakan pelaku untuk mengajukan klaim ganti rugi palsu atas "kehilangan" bagasi.

Pakar menyarankan untuk selalu merobek label tersebut hingga tidak terbaca sebelum membuangnya, atau menyimpannya dalam buku catatan perjalanan jika ingin dijadikan koleksi pribadi.

Untuk lebih memuluskan agar bagasi kamu aman sampai tujuan, selain membersihkan stiker lama, Bayer menyarankan pelancong mengunduh aplikasi resmi maskapai sebelum terbang.

Fitur pelacakan bagasi bawaan memungkinkan Anda memantau posisi koper secara real-time dari saat check-in hingga tiba di lokasi.

Bayer juga berpendapat, aksesoris seperti pita atau tali yang panjang memang memudahkan identifikasi koper, namun berisiko tersangkut di mesin sortir yang dapat merusak tas atau label bagasi.

Perangkat seperti Apple AirTag sangat membantu mempercepat proses pencarian jika terjadi keterlambatan. Saat ini, banyak maskapai yang sudah mengizinkan penumpang berbagi lokasi AirTag secara aman dengan tim operasional untuk mempercepat pemulihan bagasi.

Dengan meluangkan waktu sejenak untuk melepas stiker lama, Anda telah melakukan langkah besar untuk menghindari drama koper hilang di tengah liburan impian.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |