Sering Jadi Rebutan, Siapa Berhak Pakai Sandaran Tangan Kursi Pesawat?

21 hours ago 15

CNN Indonesia

Jumat, 19 Jun 2026 06:45 WIB

Tak ada aturan resmi mengenai penggunaan sandaran tangan di kursi tengah pesawat. Namun, penumpang kursi ini dianggap layak menggunakannya. Ilustrasi. Tak ada aturan resmi mengenai penggunaan sandaran tangan di kursi tengah pesawat. Namun, penumpang di kursi ini dianggap layak menggunakannya. (iStockphoto/Diy13)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kalau pernah naik pesawat, terutama duduk di tengah, kamu mungkin pernah merasakan situasi yang agak canggung, yakni 'berebut' sandaran tangan (arm rest) dengan penumpang sebelah kiri dan kananmu.

Ini tampak sepele, tetapi ketika harus duduk berjam-jam di ruang sempit bersama orang yang tidak dikenal, fasilitas kecil seperti sandaran tangan tentu akan sangat berguna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sebagian penumpang belum tahu mengenai etika penggunaan sandaran tangan di bagian bangku tengah pesawat ini. Lantas, sebenarnya siapa yang berhak menggunakannya, ataukah memakainya harus bergantian?

Dikutip dari laman CBS News, sejatinya tidak ada aturan resmi dari maskapai mengenai penggunaan sandaran tangan di antara penumpang.

Meski demikian, banyak anggapan bahwa penumpang kursi tengahlah yang layak menggunakan kedua sandaran tangan di tengah.

Alasannya, penumpang dekat jendela masih bisa bersandar ke dinding pesawat, sedangkan penumpang lorong (aisle) punya ruang lebih untuk meregangkan kaki atau bergerak ke lorong kabin.

Sebaliknya, penumpang di tengah mendapatkan ruang paling sempit untuk bergerak sehingga berhak atas kedua sandaran tangan di kiri dan kanannya.

Pendiri situs tips perjalanan Points by J, Jess Bohorquez mendukung pandangan tersebut.

"Menurut saya, kursi jendela dan lorong lebih nyaman karena tidak diapit orang di kedua sisi. Kursi tengah sudah cukup tidak menyenangkan, jadi jika ingin sedikit bermurah hati, biarkan penumpang tengah menggunakan kedua sandaran tangan," ujarnya.

Pendapat senada pernah disampaikan di akun Instagram Angkasa Pura @ap_airports. Disebutkan bahwa sandaran tangan di kursi penumpang bagian tengah adalah haknya penumpang yang duduk di kursi tengah.

"Buat kamu yang dapat kursi di tengah saat duduk di pesawat, dua sandaran tangan yang ada di kiri dan kanan adalah hak kamu," tulis caption di akun Instagram Angkasa Pura beberapa waktu lalu.

"Alasannya, penumpang yang duduk di tengah nggak punya kebebasan ruang gerak seperti penumpang di window seat dan aisle. Kalau penumpang yang duduk di window seat bisa menyandarkan kepalanya di jendela. Sedangkan, buat yang duduk di sisi aisle punya keleluasaan apabila akan berjalan ke lorong untuk ke toilet dan keluar pesawat," sambung penjelasan pada captionnya.

Namun demikian, pakar perjalanan Chris Elliott melihat persoalan ini dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, hampir seluruh ruang di dalam pesawat pada dasarnya adalah ruang bersama.

"Kursi, ruang di depan, ruang di samping, semuanya harus dinegosiasikan. Tidak ada yang benar-benar bisa mengklaim ruang itu sepenuhnya miliknya," katanya.

Karena itu, solusi terbaik adalah berkompromi untuk berbagi ruang dengan nyaman. Jika merasa membutuhkan sandaran tangan, Elliott menyarankan untuk berbicara langsung kepada penumpang di sebelah, seperti, "Apakah Anda keberatan jika saya menggunakan sandaran tangan ini?" ketimbang harus berebut selama penerbangan.

Jadi, apabila suatu hari Anda menduduki kursi jendela atau lorong dan melihat penumpang di tengah tampak terjepit, alangkah baiknya untuk memberikan mereka sandaran tangan sebagai salah satu bentuk etika sederhana di pesawat.

(fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |