Jakarta, CNN Indonesia --
Menpora RI Erick Thohir memberi kode bonus bagi atlet peraih medali di Asian Games dan Olimpiade mendatang akan meningkat.
Ia menyampaikan itu usai bertemu Prabowo di Hambalang, Jumat (19/6) bersama Pelatih Tim Nasional Sepak Bola John Herdman.
"Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini Rp1 miliar, nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi," ucap Erick.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Erick menyebut Prabowo juga berkomitmen menguatkan pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia.
Ia menjelaskan salah satu program yang dilaporkan ke Prabowo dalam pertemuan itu adalah pengembangan sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas agar mereka berkesempatan menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.
"Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kita terus dorong bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga. Itu hampir 11 persen," kata Erick.
Erick menyebut Prabowo mendorong agar para disabilitas benar-benar diperhatikan. Salah satunya lewat program sertifikasi kepelatihan.
Selain itu, Erick menyebut Prabowo juga menyoroti pentingnya pembangunan olahraga nasional yang berorientasi jangka panjang.
Erick menyampaikan perlunya dukungan kebijakan memastikan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) dapat berjalan secara berkesinambungan.
"Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya," kata dia.
Lalu, Erick menyebut Prabowo juga menyatakan dukungannya terhadap skema pembiayaan dan kebijakan yang memungkinkan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan.
Ia mengatakan dukungan itu dinilai penting mengingat semakin banyak atlet Indonesia yang menunjukkan prestasi di berbagai cabang olahraga dan berpotensi mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.
Erick juga menyinggung rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.
"Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Nah ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga," ucap dia.
Kemudian, Erick menyebut pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan usai menyelesaikan masa pengabdian mereka di dunia olahraga.
(mnf/ptr)
Add
as a preferred source on Google


















































