GLP-1 RA Oral untuk Obesitas, Apa Bedanya Dibanding Injeksi?

4 hours ago 7

CNN Indonesia

Jumat, 19 Jun 2026 21:00 WIB

Di AS, obat untuk obesitas GLP-1 RA versi oral sudah mulai diedarkan. Lalu apa bedanya dengan injeksi dan bagaimana ketersediaannya di Indonesia? Ilustrasi. Di AS, obat untuk obesitas GLP-1 RA versi oral sudah mulai diedarkan. Lalu apa bedanya dengan injeksi dan bagaimana ketersediaannya di Indonesia? (iStockphoto/Motortion)

Jakarta, CNN Indonesia --

Tak banyak obat untuk obesitas yang disetujui untuk digunakan di Indonesia. Sejauh ini baru ada tiga jenis obat, dan ketiganya harus berdasarkan resep dan pengawasan ketat dari dokter.

Ketiga jenis obat tersebut, yakni diethylpropion, orlistat, dan GLP-1. Untuk yang terakhir disebutkan, selama ini tersedia dalam bentuk injeksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun berkat kemajuan teknologi farmasi, GLP-1 sudah bisa diberikan kepada pasien dalam bentuk oral. Di Amerika Serikat, sediaan oral dari dua perusahaan farmasi bahkan sudah mendapatkan izin edar dari badan pengawas obat dan makanan setempat.

Pertama, Novo Nordisk meluncurkan Wegovy versi pil di AS pada awal Januari 2026. Kemudian ada Eli Lilly yang mendapat izin pada April 2026 untuk pil orforglipron dengan merek Foundayo.

Nah, dengan sediaan oral ini, pasien obesitas memiliki opsi lebih luas terkait pemilihan obat. Namun apa yang membedakan GLP-1 sediaan injeksi dan oral ini? Lalu, bagaimana dengan ketersediaannya di Indonesia?

GLP-1 RA Versi injeksi dan oral, apa bedanya?

Riyanny Meisha Tarliman, Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia menjelaskan lebih jauh tentang sediaan GLP-1 Receptor Agonist (RA) oral. Di AS, obat dalam bentuk pil ini baru disetujui untuk obesitas.

"Kami paham bahwa tidak semua pasien akan nyaman dengan pemilihan terapi suntikan, sehingga menyediakan opsi lain dalam bentuk oral yang mungkin akan lebih mudah membantu pasien-pasien obesitas," ujar Riyanny kepada CNNIndonesia saat ditemu di Jakarta Pusat, Kamis (11/6).

Penggunaan GLP-1 RA versi injeksi dan oral kurang lebih sama. Perbedaannya memang hanya pada sediaannya dan teknologi pembuatannya.

GLP-1 itu sendiri sebenarnya merupakan hormon alami yang diproduksi di usus. Hormon ini meningkatkan sekresi insulin, memperlambat pengosongan lambung, dan meningkatkan rasa kenyang. Pada pasien obesitas, GLP-1 RA diinjeksi untuk menekan nafsu makan.

Riyanny mengatakan, sebagai produk biologi, GLP-1 RA sangat sensitif terhadap suhu, pH, dan faktor lingkungan lainnya, sehingga stabilitas molekulnya menjadi sangat penting.

Sediaan produk biologi dalam bentuk injeksi, cenderung lebih mudah untuk dijaga kestabilan molekulnya. Apalagi jika disuntikkan langsung ke intramuskular (melalui otot) atau ke pembuluh darah.

"Pada saat sebuah produk biologi ada dalam sediaan oral, sebenarnya itu menjadi sangat sulit untuk dijaga kestabilannya, karena masuk ke saluran cerna itu sebenarnya cukup sensitif untuk rusak oleh enzim-enzim pencernaan," tutur Riyanny.

Baca halaman selanjutnya...

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
| | | |