Target KUR 2026 Turun Jadi Rp279 T, Ini Alasannya

8 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah memangkas target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 menjadi Rp279,5 triliun. Sedianya, target diarahkan hingga Rp295 triliun dengan skema yang lebih fleksibel dan bunga 6 persen per tahun.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas subsidi dan komitmen penyaluran dari perbankan.

Ferry mengatakan penetapan target KUR tidak hanya mengacu pada ruang fiskal subsidi yang tersedia, tetapi juga kesiapan bank penyalur dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi di kita itu ada target sesuai dengan kapasitas subsidi. Kalau sesuai dengan kapasitas subsidi kita bisa mencapai itu, tapi kita juga perlu konfirmasi dengan kapasitas penyaluran bank," ujar Ferry dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).

Ia menjelaskan angka Rp279,5 triliun merupakan jumlah yang telah dikonfirmasi kepada bank penyalur, terutama bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Jumlah yang bisa kita konfirmasi ke bank itu di Rp279,5 triliun. Jadi yang sudah kita distribusikan ke masing-masing bank dan yang akan mereka commit untuk menyalurkan totalnya sekitar Rp279,6 triliun," katanya.

Menurut Ferry, KUR tetap difokuskan bagi pelaku usaha yang memiliki prospek tetapi belum memenuhi syarat perbankan atau belum bankable.

"Targetnya terutama pelaku usaha yang usahanya bagus tapi belum bisa akses bank. Usahanya punya prospek, tapi belum bankable, ini yang jadi target kita," ujarnya.

Sepanjang 2025, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp270,08 triliun atau sekitar 96,4 persen dari target Rp280 triliun. Penyaluran tersebut menjangkau 4,59 juta debitur dan menyerap sekitar 13,77 juta tenaga kerja. Sekitar 60,71 persen penyaluran KUR diarahkan ke sektor produksi.

Ferry juga menyebut sekitar 3 juta debitur pada 2025 mengalami peningkatan kelas usaha secara bertahap, baik dari sisi plafon kredit maupun skala usaha, misalnya dari super mikro ke mikro, lalu ke kecil hingga komersial.

Untuk 2026, total target kredit program pemerintah mencapai Rp308,41 triliun. Dari jumlah tersebut, KUR reguler sebesar Rp279,53 triliun, sementara sisanya terdiri dari Kredit Alsintan Rp233,10 miliar, Kredit Industri Padat Karya (KIPK) Rp549,51 miliar, serta Kredit Program Perumahan (KPP) sekitar Rp28,1 triliun.

Meski target plafon KUR ditetapkan Rp279,5 triliun, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan yang lebih fleksibel, termasuk suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil sebesar 6 persen efektif per tahun serta peningkatan porsi penyaluran ke sektor produksi menjadi minimal 65 persen.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |