CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 11:30 WIB
Ilustrasi. Pemerintah Thailand mengklaim investor dari Timur Tengah tertarik bermitra untuk membangun Disneyland pertama di Asia Tenggara. (istockphoto/P_Wei)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Thailand semakin menunjukkan ambisinya untuk membangun taman hiburan Disneyland pertama di Asia Tenggara sebagai bagian dari proyek Eastern Economic Corridor (EEC). Thailand mengklaim, calon investor dari Timur Tengah telah memperlihatkan minatnya untuk bermitra.
Pembangunan Disneyland ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan lalu lintas pariwisata di wilayah EEC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thailand telah lama menunda pengembangan kereta api berkecepatan tinggi di EEC yang menghubungkan tiga bandara regional. Kehadiran mega-proyek seperti Disneyland sangat diperlukan untuk menjadi mesin penggerak pembangunan infrastruktur EEC Capital City.
Melansir Bangkok Post, Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan bahwa pemerintah Thailand baru saja melayangkan surat kepada
Kepala Eksekutif Walt Disney. Mereka bermaksud menyampaikan niatnya untuk membujuk Walt Disney agar membuka peluang di Thailand.
Ambisi Thailand ini tak lepas dari EEC Capital City yang tengah membayar kompensasi atas pengambilalihan tanah seluas 15 ribu rai (atau sekitar 2.400 hektare). Dari tanah seluas itu, pemerintah mengalokasikan 2.700 rai untuk pembangunan taman hiburan Disneyland Thailand, yang besarnya mirip seperti Disneyland Shanghai.
Phiphat mengungkapkan, setelah pemerintah berencana membangun Disneyland, operator taman hiburan lain yang waralabanya terkenal di Singapura mulai mendekati pihaknya untuk memperluas bisnis di EEC. Namun, pemerintah Thailand bersikukuh ingin berdiskusi dengan Walt Disney terlebih dahulu karena ingin membangun Disneyland pertama di Asia Tenggara.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pemerintah Thailand tidak khawatir mengenai dana investasi pembangunan Disneyland. Pasalnya, mereka mengklaim telah mengantongi calon investor besar dari Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, untuk menjadi mitra dalam proyek ini.
"Jika kita berhasil dalam negosiasi, Thailand akan menjadi wilayah keempat di Asia yang memiliki Disneyland, setelah Jepang, China dan Hong Kong," kata Phiphat.
Selain itu, pemerintah Thailand juga berencana untuk membangun kompleks olahraga dalam EEC Capital City, termasuk stadion indoor nasional berkapasitas 15 ribu kursi serta kompleks olahraga air. Tujuannya adalah untuk mengurai kepadatan di Kompleks Olahraga Hua Mak yang ada di Bangkok.
Kompleks olahraga tersebut diperkirakan akan mengisi tanah sekitar 2 ribu rai. Diharapkan dengan adanya kompleks ini dapat menambah lalu lintas kunjungan melalui acara olahraga besar, akomodasi pertemuan, insentif, konvensi, hingga pameran.
"Kami belum menyelesaikan total anggaran investasi, tetapi akan membutuhkan setidaknya 300 miliar baht (sekitar Rp154 triliun) untuk mengembangkan taman hiburan dan kompleks olahraga. EEC harus melakukan studi yang lebih rinci," lanjut Phiphat.
Menurut Phiphat, proyek ini bakal diupayakan setelah dalam jangka waktu empat tahun ke depan.
(ana/asr)
Add
as a preferred source on Google

















































