CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 15:30 WIB
Jepang menutup situs pembajakan manga terbesar di dunia, BATO.TO, pada akhir Januari 2026. (istockphoto/Main_sail)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jepang menutup situs pembajakan manga terbesar di dunia, BATO.TO, pada akhir Januari 2026. Hal tersebut dikonfirmasi Asosiasi Distribusi Konten Luar Negeri (CODA) Jepang dalam pengumuman di laman resmi pada 29 Januari.
Kasus ini dimulai setelah ada permintaan dari penerbit Jepang, KADOKAWA CORPORATION, KODANSHA LTD., SHUEISHA Inc., SHOGAKUKAN Inc., dan SQUARE ENIX CO., LTD, terkait dugaan pembajakan konten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 25 September 2025, Kantor CODA Beijing mengajukan pengaduan pidana kepada biro keamanan publik China atas nama para penerbit tersebut.
Jepang kemudian mengkonfirmasi bahwa CODA telah menangkap operator situs web BATO.TO, bersama 60 situs serupa terkait dengan pembajakan anime dan manga.
"Pada 19 November 2025, Biro Keamanan Publik Shanghai China menggeledah kediaman seorang pria yang tinggal di Daerah Otonom Guangxi Zhuang karena dicurigai melakukan pelanggaran hak cipta."
"Tersangka diduga mengoperasikan situs pembajakan manga terbesar di dunia, BATO.TO (termasuk sekitar 60 situs terkait seperti xbato.com, bato.to, dan mangapark.io), dan telah mendistribusikan manga Jepang dan karya-karya lain secara ilegal tanpa izin dari pemegang hak cipta setelah menerjemahkannya ke lebih dari 50 bahasa, termasuk bahasa Inggris."
"Pria itu ditahan, diinterogasi, dan sejak itu dibebaskan dengan jaminan. Dia telah mengakui mengoperasikan semua situs terkait dan diperkirakan akan didakwa secara resmi pada waktunya."
BATO.TO diluncurkan pada 2014 sebagai situs pembajakan yang diunggah oleh pengguna, dan telah terungkap bahwa tersangka memainkan peran sentral dalam mengoperasikan situs tersebut setidaknya sejak 2018.
Platform tersebut menampung unggahan manga populer tanpa izin dari Jepang, serta Korea dan China, yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa dan didistribusikan secara global.
Pada Mei 2025 saja, 60 situs itu mencatat total 350 juta kunjungan, menjadikan BATO.TO sebagai situs pembajakan manga terbesar di dunia.
Total trafik selama periode 37 bulan dari Oktober 2022 hingga Oktober 2025 mencapai sekitar 7,2 miliar kunjungan, dan ketika menerapkan perkiraan nilai akses sebesar 107 yen per tampilan manga.
Sehingga, dampak kerugian ekonomi yang dihasilkan berjumlah sekitar 770 miliar yen atau setara Rp82,6 triliun (1 yen=Rp107,28).
CODA mengungkapkan pihak berwenang telah menyita komputer pribadi operator itu dan terus menyelidiki data server, struktur operasional situs, dan informasi mengenai individu yang terlibat dalam pengoperasiannya.
"CODA juga telah mengkonfirmasi bahwa individu yang terlibat dalam pengoperasian situs-situs ini, serta dalam memposting dan menerjemahkan konten melalui saluran media sosial terkait, berlokasi di berbagai negara di seluruh dunia."
Hal tersebut yang kemudian mendorong CODA untuk terus melanjutkan penyelidikannya melalui kerja sama internasional.
"Meskipun kelompok situs tersebut melanjutkan operasi terbatas untuk sementara waktu setelah penahanan tersangka untuk tujuan pelestarian bukti, pihak terkait kemudian mengumumkan penutupan layanan di media sosial. Pada 19 Januari, penutupan semua 60 situs telah dikonfirmasi."
Meskipun pria tersebut dibebaskan dengan jaminan, tak lama setelah penahanannya, CODA sepenuhnya mengharapkan dia untuk didakwa dalam waktu dekat.
(chri)

















































