6 Negara Arab Ikuti Jejak PSSI Dukung Infantino

5 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Enam federasi sepak bola di kawasan Arab memberikan dukungan kepada Presiden FIFAGianni Infantino.

Di tengah tekanan dari tiga konfederasi, UEFA, AFC, dan CONCACAF, yang merilis surat berisikan paksaan agar dirinya mundur, Infantino masih mendapat dukungan dari negara-negara anggota FIFA.

Enam kepala federasi dari Arab Saudi, Qatar, Lebanon, Maroko, Sudan, Mesir, dan Mauritania memberi sokongan kepada Infantino dengan merilis surat pernyataan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyadari peran penting sepak bola Arab dalam menyatukan masyarakat dan memperkuat kerja sama antarasosiasi sepak bola di seluruh Arab, kami... menyatakan dukungan penuh kami kepada Gianni Infantino, presiden FIFA, dan menegaskan kembali kepercayaan kami pada kepemimpinannya dan komitmen berkelanjutan terhadap pengembangan sepak bola di seluruh dunia," tulis pernyataan dalam surat tersebut.

Negara-negara itu menilai langkah-langkah Infantino selama memimpin FIFA memberi dampak positif bagi sepak bola dan layak mendapat dukungan.

"Kami mengapresiasi upaya berkelanjutan Tuan Infantino untuk memajukan sepak bola secara global, memperluas peluang di seluruh wilayah dan memperkuat peran sepak bola dalam menyatukan masyarakat dan komunitas."

"Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama erat kami dengannya menuju masa depan yang lebih kuat dan lebih sejahtera bagi sepak bola dunia, memperluas peluang, dan semakin meningkatkan kontribusi sepak bola Arab terhadap sepak bola global," demikian pesan pernyataan bersama keenam negara itu.

Sebelum negara-negara Arab itu memberikan dukungan kepada Infantino, PSSI lebih dulu menyuarakan berada di belakang Infantino.

FIFA akan mengadakan kongres pada Maret 2027 dengan agenda pemilihan presiden. Infantino sudah memimpin FIFA sejak 2016 ketika menggantikan Sepp Blatter yang mengundurkan diri pada 2015 setelah terlibat skandal korupsi.

Setelah itu Infantino terpilih dalam kongres pemilihan 2019 dan 2023. Pada 2027 Infantino masih bisa dipilih karena periode kepemimpinan 2016 hingga 2019 dianggap tidak penuh.

Menurut aturan FIFA, seorang presiden bisa menjabat maksimal dalam tiga periode atau 12 tahun.

Masa depan Infantino di kursi FIFA 1 sedang panas lantaran sempat merencanakan penjualan saham Piala Dunia.

Meski proposal penjualan saham Piala Dunia itu sudah ditarik, permasalahan tidak tuntas dan justru membuat eks sekretaris jenderal UEFA itu mendapat kritik tajam hingga tekanan untuk meninggalkan jabatan sebagai presiden FIFA.

[Gambas:Video CNN]

(nva/sry)

Read Entire Article
| | | |