CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Penyebab sering kentut tidak hanya soal makanan tapi juga penyakit, masalah pencernaan, dan kebiasaan sehari-hari. (Getty Images/iStockphoto/SIphotography)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kentut jadi mekanisme tubuh mengeluarkan gas. Namun proses alami ini kadang bikin malu karena bisa terjadi terus-menerus. Ternyata, ini penyebab sering kentut.
Tubuh mengeluarkan gas dari sistem pencernaan lewat dua jalan keluar. Saat keluar dari mulut, proses ini disebut sendawa. Kemudian saat keluar dari anus, disebut kentut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses ini terbilang alami tapi kerap terasa memalukan. Kentut bisa menimbulkan suara unik sekaligus bau menyengat.
Penyebab sering kentut
Kentut sekali, rasanya tak masalah. Namun saat terjadi berulang, tentu kamu langsung mengingat kembali apa yang dimakan sebelumnya.
Hanya saja, kentut tidak selalu berhubungan dengan makanan. Berikut beberapa penyebab sering kentut yang perlu kamu pahami.
1. Menelan udara berlebihan
Aerofagia atau menelan udara berlebihan bisa bikin kamu sering kentut. Sebenarnya menelan udara sangat umum terjadi saat berbicara, minum, atau makan.
Akan tetapi saat udara yang tertelan terlalu banyak, kemudian memicu penumpukan gas di sistem pencernaan.
Melansir dari Cleveland Clinic, kamu bisa menelan udara dari aktivitas seperti mengunyah permen karet, minum minuman soda, pakai gigi palsu yang longgar, minum pakai sedotan, merokok, juga berbicara saat mulut penuh makanan.
2. Konsumsi makanan pemicu gas
Beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu gas. Makanan yang mengandung gula, pati, dan serat tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh.
Melansir dari Medical News Today, saat masuk usus besar, bakteri memecah bahan tersebut lalu menghasilkan gas.
Ilustrasi. Beberapa jenis makanan termasuk kacang-kacangan bisa jadi penyebab sering kentut. (Gayuh Tri Pinjungwati)
Beberapa makanan yang bisa memperburuk perut kembung sekaligus bikin sering kentut antara lain, sayuran (kubis, bawang bombay), sereal gandum, kacang-kacangan, produk susu, dan produk pangan dengan ragi.
Selain itu, fruktosa yang ditemukan pada buah-buahan atau fruktosa sebagai pemanis pada minuman dan sorbitol (pengganti gula pada makanan manis) juga dapat memicu kentut.
3. Intoleransi laktosa
Beberapa orang memiliki intoleransi laktosa sehingga harus menghindari produk susu. Saat tidak sengaja mengonsumsi pangan dengan laktosa, tubuh dapat menghasilkan gas dalam jumlah besar.
4. Penyakit kronis
Sejumlah penyakit kronis dapat jadi penyebab sering kentut. Penyakit kronis ini seperti, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, divertikulitis, dan small intestinal bacterial overgrowth (SIBO).
5. Masalah pencernaan
Masalah pencernaan seperti gastroenteritis, infeksi usus, atau keracunan makanan dapat memicu penumpukan gas. Infeksi dapat disebabkan bakteri E.coli, amebiasis, dan giardiasis.
Kemudian sembelit pun bisa memicu sering kentut. Feses mempersulit pelepasan gas sehingga menumpuk di sistem pencernaan.
6. Konsumsi obat-obatan tertentu
Konsumsi obat pencahar (laksatif) secara rutin dan berlebihan dapat meningkatkan risiko perut kembung dan kentut.
Penyebab sering kentut yang mungkin tidak disadari adalah konsumsi antibiotik. Antibiotik dapat mengganggu flora usus atau flora bakteri di usus sehingga memicu gas.
(els)
Add
as a preferred source on Google

















































