CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 16:15 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya membatasi minum kopi. (Unsplash)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari. Meskipun begitu, setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kafein.
Dengan kata lain, tubuh setiap orang tak selalu aman saat mengonsumsi kopi. Lantas, apakah ada kelompok orang yang sebaiknya membatasi minum kopi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak orang mengonsumsi kopi untuk membantu menjaga konsentrasi dan dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. Namun, bagi sebagian orang, konsumsi kopi berlebihan dapat memicu gangguan tidur, meningkatkan kecemasan, hingga memperburuk masalah kesehatan tertentu.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami siapa saja yang perlu mengontrol konsumsi kopi agar terhindar dari risiko efek samping yang tidak diinginkan.
Kelompok orang yang sebaiknya membatasi minum kopi
Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar orang yang sebaiknya tidak minum kopi karena alasan kesehatan.
1. Orang yang mudah cemas atau rentan mengalami serangan panik
Kafein bekerja sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Namun, pada sebagian orang, efek tersebut justru memicu jantung berdebar, tangan gemetar, sakit kepala, hingga rasa gelisah yang berlebihan.
Menukil laman NutriGenomic Institute, orang yang memiliki tingkat stres atau kecemasan tinggi cenderung lebih sensitif terhadap efek kafein. Konsumsi kopi berlebihan dapat memperparah gejala kecemasan bahkan memicu serangan panik pada beberapa individu.
2. Penderita gangguan tidur
Kelompok orang yang sebaiknya membatasi minum kopi berikutnya adalah mereka yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Menurut peneliti dari Harvard, kandungan kafein dalam kopi dapat memberikan efek pada tubuh hingga lima sampai enam jam setelah dikonsumsi.
Karena itu, minum kopi pada sore atau malam hari dapat menurunkan kualitas tidur seseorang secara keseluruhan.
3. Penderita tekanan darah tinggi
Kafein diketahui dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu sementara. Meskipun efeknya tidak selalu signifikan pada setiap orang, penderita hipertensi tetap perlu memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi.
4. Ibu hamil
Ibu hamil juga termasuk kelompok orang yang sebaiknya tidak minum kopi. Pasalnya, kafein dapat melewati plasenta dan mencapai janin yang sedang berkembang.
Masih mengacu pada Harvard, ibu hamil disarankan membatasi konsumsi kafein kurang dari 200 miligram (mg) per hari atau sekitar dua cangkir kopi. Asupan kafein yang terlalu tinggi selama kehamilan dikaitkan dengan risiko berat badan lahir rendah dan gangguan pada kehamilan.
5. Penderita penyakit jantung
Kafein tidak hanya memengaruhi sistem saraf, tetapi juga dapat meningkatkan aktivitas jantung. Pada sebagian penderita penyakit jantung, kondisi ini dapat memicu ketidaknyamanan atau memperburuk gejala yang sudah ada.
Karena itu, penderita penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai batas aman konsumsi kopi sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
6. Penderita GERD atau asam lambung naik
Penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) perlu berhati-hati saat mengonsumsi kopi. Kandungan kafein dapat membuat katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks sehingga asam lambung lebih mudah naik.
Akibatnya, gejala seperti rasa terbakar di dada, mual, batuk, atau rasa tidak nyaman pada tenggorokan dapat menjadi lebih sering muncul setelah minum kopi.
7. Anak-anak di bawah usia 12 tahun
Anak-anak belum memiliki toleransi yang sama terhadap kafein seperti orang dewasa. Menurut Eat This Not That, konsumsi kopi pada usia dini dapat meningkatkan detak jantung, menimbulkan rasa gelisah, mengganggu konsentrasi, serta menyebabkan sakit perut.
Selain itu, kandungan asam dalam kopi juga berpotensi memengaruhi kesehatan gigi anak.
Oleh sebab itu, anak-anak termasuk kelompok orang yang sebaiknya membatasi minum kopi demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Jika memiliki kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan batas konsumsi kopi yang aman sesuai kebutuhan masing-masing.
(gas/asr)
Add
as a preferred source on Google


















































