AAJI Catat Tertanggung Asuransi Jiwa Melonjak 20,9 Persen

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkap jumlah tertanggung asuransi jiwa melonjak 20,9 persen year-on-year (yoy) menjadi 118,28 juta orang pada kuartal I 2026.

Sementara itu, total klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa naik sebesar 1,5 persen yoy menjadi Rp38,73 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo Karsono mengatakan kinerja bisnis asuransi jiwa pada periode tersebut berdasarkan data laporan keuangan unaudited dari 56 perusahaan yang menunjukkan dinamika yang beragam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan jumlah tertanggung sebesar 20,9 persen. Jadi, sangat solid pertumbuhannya, dua digit, menjadi 118,28 juta orang. Selain itu, industri tetap memenuhi komitmennya kepada masyarakat melalui pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp38,73 triliun," ujar Albertus dalam konferensi pers di Grha AAJI, Jakarta Selatan, Selasa (2/6).

Albertus menyampaikan industri asuransi jiwa tetap menjalankan perannya sebagai pilar perlindungan finansial masyarakat meski terdapat tekanan eksternal pada beberapa indikator kinerja.

"Industri asuransi jiwa tetap menjalankan perannya sebagai pilar perlindungan finansial masyarakat, dengan fundamental yang tetap terjaga dan komitmen perlindungan yang terus mengalir," terangnya.

Meski begitu, ia menyampaikan total pendapatan premi asuransi jiwa justru turun tipis sebesar 0,5 persen yoy menjadi Rp47,27 triliun.

"Berikutnya, total pendapatan premi unweighted untuk kuartal pertama ini. Kita lihat total pendapatan preminya stabil. Pada kuartal pertama ini, secara unweighted tercatat sebesar Rp47,27 triliun," ujar Albertus.

Dalam kesempatan sama, Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen Wianto Chen menegaskan klaim manfaat asuransi jiwa menunjukkan resiliensi komitmen industri yang akan diwujudkan kepada seluruh pemegang polis maupun masyarakat Indonesia.

Secara rinci, Wianto menjelaskan kenaikan klaim manfaat asuransi jiwa yang paling menonjol adalah akhir kontrak sebesar 112 persen menjadi Rp10,45 triliun.

"Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pemegang polis yang telah mencapai komit terus sampai akhir masa perlindungan dan menerima manfaat sesuai dengan ketentuan polis. Ini fenomena yang sangat kuat," kata Wianto.

Di sisi lain, pemegang polis yang memutuskan polis (surrender) sebelum masa pertanggungannya berakhir turun sebesar 30,4 persen yoy menjadi 13,37 persen.

Sementara itu, dari sisi partial withdrawal atau hanya sebagian dana yang ditarik saat polis masih aktif naik 10 persen yoy menjadi Rp4,04 triliun.

Ia mengatakan angka tersebut membuktikan produk asuransi jiwa tetap memberikan fleksibilitas apabila terdapat pemegang polis yang membutuhkan dana darurat menyesuaikan kebutuhannya.

"Jadi secara keseluruhan, dinamika tiga hal ini mencerminkan bahwa peran asuransi sebagai instrumen perlindungan yang adaptif dan kepercayaan nasabah ini menjadi kelihatan lebih baik," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |