CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 02:00 WIB
Ilustrasi. Memiliki pasangan yang miliki emotional security itu penting agar hubungan tetap langgeng meski terkadang cinta terasa hambar. (iStock/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam sebuah hubungan yang sehat dan harmonis, emotional security atau keamanan emosional memegang peranan penting.
Pasangan yang memiliki keamanan emosional saling memahami dan menerima satu sama lain secara utuh. Hal ini membuat mereka merasa nyaman untuk membuka diri, berbagi harapan, ketakutan, bahkan rasa sakit tanpa takut dihakimi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Psych Central, keamanan emosional dalam suatu hubungan artinya Anda dan pasangan merasa yakin akan hubungan meski tidak bersama secara fisik sekalipun.
Bukannya tidak pernah bertengkar, tetapi pasangan dalam hubungan yang aman ini dapat mengatasi ketidaknyamanan tanpa kehilangan kepercayaan satu sama lain.
Tindakan pasangan dengan emotional security
Menurut psikolog Mark Travers, seperti dikutip dari CNBC Make It, ada beberapa tindakan khas yang dilakukan oleh orang-orang dengan emotional security dalam hubungan mereka.
Tindakan-tindakan ini menjadi kunci agar hubungan tetap langgeng dan harmonis. Berikut lima tindakan utama yang bisa bikin pasangan bahagia dengan emotional security:
1. Selalu menyelesaikan konflik
Pasangan yang aman secara emosional tidak menghindari konflik, bahkan mereka bisa berdebat dengan intens. Namun yang membedakan, yakni mereka tidak membiarkan masalah berlarut-larut.
Mereka akan menghadapi rasa ketidaknyamanan, perasaan yang terluka, mengakui kesalahan, dan berani melewati rasa canggung akibat perbedaan pendapat.
Yang paling penting, mereka selalu berusaha memperbaiki perilaku setelah konflik agar kedua pihak merasa didengar dan dihargai.
2. Tidak mengasumsikan perasaan pasangan
Dalam hubungan yang tidak aman secara emosional, sering kali pasangan saling menebak-nebak perasaan satu sama lain dengan asumsi yang salah. Misalnya, "Kamu dingin karena tidak peduli" atau, "Kamu marah karena aku tidak mengikuti saranmu."
Hal ini justru memperkeruh suasana. Sebaliknya, pasangan yang aman secara emosional lebih memilih bertanya langsung dan mendengarkan dengan penuh kepercayaan tanpa berprasangka.
3. Memberi kebebasan satu sama lain
Ilustrasi pasangan bahagia. (istockphoto/whitebalance.oatt)
Pasangan yang memiliki keamanan emosional tidak merasa cemburu atau khawatir ketika pasangannya melakukan aktivitas sendiri, seperti keluar bersama teman atau mengejar tujuan pribadi.
Mereka paham kepercayaan tumbuh ketika ada keseimbangan antara kedekatan dan kebebasan. Justru dengan menjaga individualitas, hubungan menjadi lebih segar dan penuh energi ketika bersama.
4. Menerima saat hubungan terasa hambar
Tidak setiap saat hubungan harus penuh dengan momen yang mendebarkan. Rutinitas pekerjaan, urusan rumah, dan tanggung jawab bisa membuat hidup terasa monoton.
Pasangan yang memiliki emotional security tidak panik atau meragukan cinta saat hubungan terasa biasa saja atau hambar sekalipun.
Mereka melihat kestabilan sebagai tanda keamanan, bukan kebosanan atau stagnasi. Mereka tahu bahwa cinta tidak harus selalu terasa seperti puncak kebahagiaan yang konstan.
5. Tidak bergantung pada kepastian berlebihan
Meskipun pasangan yang aman secara emosional juga kadang merasa ragu, mereka tidak terus-menerus meminta konfirmasi cinta atau menarik diri saat tidak segera mendapat kepastian.
Mereka lebih mempercayai bukti nyata dari perilaku dan usaha pasangan. Mereka memperhatikan konsistensi dalam tindakan dan bahasa, serta memahami bahwa usaha dalam hubungan bisa berbeda-beda tergantung situasi, tetapi tetap menjaga komitmen.
Dengan menerapkan kelima tindakan tersebut, emotional security dalam hubungan akan makin kuat dan mampu membuat pasangan merasa bahagia serta aman.
Jadi, kalau Anda ingin hubungan yang langgeng dan penuh cinta, mulailah membangun emotional security bersama pasangan Anda.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

















































