Airlangga Beber Peluang Penyesuaian Harga BBM saat Selat Hormuz Dibuka

12 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait potensi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan langkah pemerintah selanjutnya, setelah Selat Hormuz resmi kembali dibuka.

Hal tersebut ia sampaikan usai penandatanganan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dengan Iran.

"Ya pertama kan penandatanganan harapannya betul-betul bisa dilaksanakan. Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga (BBM) lagi," kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Airlangga menyebut pemerintah akan terus memantau implementasi terhadap perjanjian perdamaian tersebut.

Ia juga masih belum banyak bicara ketika ditanyai apakah harga BBM non-subsidi akan kembali turun usai dibukanya kembali blokade Selat Hormuz.

"Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," ujarnya.

[Gambas:Youtube]

Usai bersitegang sejak akhir Februari 2026 lalu yang dipicu serangan operasi militer gabungan AS-Israel atas Iran. Kini, AS dan Iran meneken secara digital nota kesepahaman yang menjadi cikal bakal perjanjian damai kedua negara.

Berdasarkan MoU, AS dan Iran akan merumuskan perjanjian final dalam kurun waktu 60 hari setelah penekenan. Selama kurun waktu itu, Selat Hormuz akan dibuka secara cuma-cuma dan AS akan menarik pasukan dari sekitar Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Pezeshkian mengatakan MoU ini adalah dokumen bersejarah, yang mengarah pada perdamaian.

"Ini merupakan dokumen bersejarah dan sebuah pesan dari Iran yang kuat: perdamaian akan tercapai di bawah naungan rasa saling menghormati," tulis Pezeshkian dalam unggahan di akun X-nya, Kamis (18/6).

Dalam unggahan itu, Pezeshkian juga mengunggah teks MoU yang sudah dibubuhi tanda tangannya dan Presiden AS Donald Trump.

Sama seperti teks yang beredar di media, ada 14 poin kesepakatan dalam MoU tersebut. Beberapa di antaranya yaitu perjanjian untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon, perjanjian untuk mencabut blokade dan sanksi terhadap Iran, serta komitmen untuk memberi Iran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang.

(mnf/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |