BGN Bakal Coret 8 Juta Penerima MBG, Anak Orang Kaya Jadi Sasaran

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sekitar 8 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi dicoret dari daftar penerima seiring rencana refocusing atau penataan ulang sasaran program agar lebih tepat sasaran.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran sekaligus memastikan intervensi gizi pemerintah benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.

"Contoh gampang, SMA mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang mungkin uang sakunya anak-anaknya saja sudah Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, yang high class begitu, itu tidak perlu lagi. Nah, itu beberapa contoh. Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat," ujar Arum di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (15/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arum, BGN saat ini tengah menyusun ulang skema penerima manfaat dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi para ahli terkait kelompok usia yang paling membutuhkan intervensi gizi.

Ia menjelaskan fokus utama program MBG ke depan akan diarahkan pada kelompok yang dinilai memiliki dampak paling besar terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), mulai dari masa kehamilan hingga periode awal kehidupan anak.

Dari hasil simulasi awal yang dilakukan BGN, refocusing penerima manfaat dinilai dapat menekan kebutuhan anggaran tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni memperbaiki status gizi masyarakat.

Arum mengatakan perhitungan efisiensi masih terus dilakukan dan belum bersifat final karena masih harus dibahas bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas.

"Kami masih exercise lagi berapa yang bisa kita efisiensikan. Tapi tujuannya adalah bagaimana indikator dan tujuan intervensi gizi ini tercapai, tetapi penerima manfaatnya lebih fokus," ujarnya.

Ia menambahkan upaya efisiensi juga dilakukan setelah pemerintah sebelumnya melakukan penyesuaian anggaran MBG. Dari pagu anggaran program yang semula sebesar Rp268 triliun, sebagian dana telah lebih dahulu ditarik ke pos anggaran lain oleh Kemenkeu.

Meski demikian, Arum menegaskan refocusing tidak bertujuan memangkas layanan gizi, melainkan memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang benar-benar memerlukan intervensi pemerintah.

"Refocusing ini adalah kami perlukan supaya pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin turun," ujarnya.

Selain menata ulang penerima manfaat, BGN juga akan melakukan evaluasi terhadap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, Arum menegaskan penataan dapur merupakan dampak lanjutan dari perubahan sasaran program, bukan tujuan utama kebijakan tersebut.

Ia menyebut sejumlah dapur akan diaudit, termasuk aspek kualitas dan kelayakan operasionalnya. Menurut dia, kualitas makanan yang dihasilkan tidak dapat dipisahkan dari standar dapur yang digunakan.

"Karena tidak masuk akal ketika kita mengharapkan menghasilkan kualitas yang baik ketika dapurnya tidak sesuai dengan kaidah bagaimana flow of cooking yang baik dan sebagainya," ujarnya.

Kemudian, BGN juga akan memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi saat ini.

"Kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih rapi," ujar Agustina.

Selain audit dapur, BGN mengaku tengah membenahi tata kelola internal, termasuk sistem data penerima manfaat yang selama ini dinilai belum sepenuhnya terintegrasi.

Arum mengatakan perbaikan data menjadi prioritas karena kebijakan yang tepat hanya bisa disusun berdasarkan basis data yang akurat. Untuk itu, BGN mulai memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang telah memiliki data terkait penerima manfaat.

Menurut dia, pembenahan sistem ditargetkan berlangsung bertahap dalam satu hingga tiga bulan ke depan sebagai bagian dari penataan menyeluruh program MBG.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |