Bikin Terbangun Histeris saat Tidur Malam, Apa Itu 'Night Terror'?

2 hours ago 3

A TO Z

CNN Indonesia

Sabtu, 21 Feb 2026 13:30 WIB

Night terror membuat seseorang terbangun histeris ketakutan saat tidur terlelap di malam hari. Apa itu sebenarnya night terror? Ilustrasi. Night terror membuat seseorang terbangun histeris ketakutan saat tidur terlelap di malam hari. (istockphoto/PhotoVic)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak terbangun dari tidur sambil menangis histeris viral di media sosial. Banyak warganet mengaitkannya dengan night terror. Lantas, apa itu night terror?

Video itu viral di platform TikTok. Dalam unggahan akun @keluargaberbinar, terlihat seorang anak berusia 4 tahun bernama Binar tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik sesaat setelah tertidur lelap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik akun sekaligus ibu Binar, Triya Nurul Iskandar mengatakan, pola serupa telah terjadi sejak anaknya masih kecil dan muncul berulang.

"Mimpinya selalu kayak gini dari kecil. Kalau udah terlelap, tiba-tiba kebangun hampir selalu kayak gini," ujar Triya, Rabu (18/2), mengutip detikhealth.

Apa itu night terror?

Kejadian yang dialami Binar pun dikaitkan dengan night terror. Memangnya, apa itu night terror?

Night terror pada dasarnya merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang terbangun dalam kondisi histeris dan ketakutan hebat, namun tidak sepenuhnya sadar. Kondisi ini biasa terjadi pada fase tidur dalam alias deep sleep.

Mengutip laman Cleveland Clinic, night terror terjadi saat sebagian otak tertidur dan sebagian lainnya terjadi. Kondisi ini biasanya berlangsung selama 1-30 menit.

Setelahnya, seseorang akan kembali tertidur seperti biasa. Seseorang juga umumnya tak akan mengingat kondisi night terror yang dialami semalam.

Night terror diklasifikasikan sebagai salah satu jenis parasomnia, gangguan tidur yang memengaruhi gerakan dan perilaku saat tidur.

Lebih berisiko pada anak

Anak memang lebih berisiko mengalami night terror, utamanya usia 3-7 tahun. Dalam banyak kasus, anak akan 'sembuh' dari night terror saat memasuki usia remaja atau dewasa.

Sebuah penelitian memperkirakan night terror dialami oleh 1-6,5 persen anak berusia 1-12 tahun.

Saat mengalami night terror, anak tidak mudah ditenangkan. Boleh jadi ia akan semakin histeris saat Anda atau orang tua mencoba menenangkannya. Mereka juga bisa memperlihatkan perilaku setengah sadar seperti menendang, bergumam, atau berbicara tidak jelas.

Anak-anak yang mengalami night terror juga berisiko mengalami sleepwalking alias tidur sambil berjalan di kemudian hari serta mengompol.

Sementara pada orang dewasa, night terror lebih jarang terjadi. Night terror pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh kondisi mental, seperti stres berlebih, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), dan gangguan cemas.

Gejala dan penyebab night terror

Tak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan night terror. Penelitian menunjukkan, night terror terjadi saat kesadaran terjebak di antara tahap tidur nyenyak dan terjaga.

Kendati demikian, beberapa hal disebut dapat memicu night terror. Berikut di antaranya:

- sedang sakit demam,
- kurang tidur,
- sleep apnea,
- stres atau cemas,
- konsumsi alkohol.

ilustrasi mimpiIlustrasi. Night terror biasanya ditandai dengan beberapa gejala tertentu. (istockphoto/Adene Sanchez)

Adapun night terror umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut:

- berkeringat,
- berteriak atau menangis,
- napas cepat,
- detak jantung cepat,
- pupil mata melebar,
- tidur sambil berjalan,
- ketakutan dan panik,
- kebingungan,
- tak mampu ditenangkan,
- sulit bangun tidur,
- tidak ingat mimpi semalam.

(asr)

Read Entire Article
| | | |