Bisakah Air Cucian Beras Dijadikan Pengganti Pupuk Tanaman?

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Rabu, 18 Feb 2026 09:30 WIB

Air cucian beras bisa dipakai untuk menyiram tanaman, tetapi bisakah menjadi pengganti pupuk? Ilustrasi. Air cucian beras bisa dipakai untuk menyiram tanaman, tetapi bisakah menjadi pengganti pupuk? (iStockphoto/ThamKC)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menggunakan air beras untuk menyiram tanaman sah-sah saja. Apalagi jika Anda ingin mengurangi pemborosan air. Ketimbang dibuang, air cucian beras bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain.

Cara menggunakan air cucian beras untuk menyiram tanaman sebenarnya sederhana. Setelah mencuci beras, Anda bisa menggunakan sisa air tersebut untuk menyiram tanaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menggunakan air cucian beras untuk tanaman, terutama dijadikan pengganti pupuk, perlu ditinjau kembali.

Apakah air cucian beras bisa jadi pengganti pupuk?

Seorang pakar tanaman Elin Harryson berpendapat, air cucian beras tidak cocok jadi pengganti pupuk. Alasannya, air ini tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk tanaman.

"[Air cucian beras] tidak mengandung cukup nitrogen, fosfor, atau kalium untuk menggantikan pupuk seimbang," ujar Harryson, melansir laman Martha Stewart.

Hal yang senada diungkapkan pula oleh ahli hortikultura, Justin Hancock. Menurutnya, Anda tidak boleh menganggap air beras sebagai sumber pupuk.

"Meskipun mengandung pati yang dilepaskan saat memasak beras, pati ini belum tentu memberikan nutrisi bagi tanaman," kata Hancock.

Meski tak cocok menjadi pengganti pupuk, Anda tetap bisa menggunakan air cucian beras untuk tanaman. Misalnya, untuk menyirami tanaman agar air tidak terbuang sia-sia. Namun Anda tidak bisa mengharapkan tanaman Anda jadi tumbuh lebih baik.

"Jumlah nutrisi yang larut, setelah dipecah menjadi bentuk yang dapat digunakan tanaman Anda, sangat sedikit," ujar Hancock.

Kalaupun Anda hendak menggunakan air beras untuk menyiram tanaman, pastikan air tersebut tidak ditambahi garam, terutama pada tanaman hias. Soalnya, garam bisa merusak tanaman hias.

Selain garam, mentega dan minyak juga tidak baik untuk tanaman. Jadi, pastikan air cucian beras yang Anda pakai tidak mengandung ketiga bahan tersebut.

Saran lain dari Hancock, yakni jangan gunakan air beras pada tanaman lebih dari sekali dalam sebulan.

Cara menggunakan air cucian beras untuk tanaman

Menurut The Spruce, menyiram terlalu banyak air beras ke tanaman bisa berbahaya. Jika diberikan secara berlebihan, air beras bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri atau jamur berbahaya.

Selain itu, tanah di sekitar tanaman bisa mengeras, dan berisiko dihinggapi oleh hama atau serangga. Selain menggunakannya sebulan sekali, berikut ini cara aman menggunakan air cucian beras untuk tanaman:

  • Isi panci atau baskom penanak nasi dengan beras dan air. Idealnya, menggunakan perbandingan air dan beras 3:1.
  • Rendam beras selama 20-30 menit. Bisa juga aduk-aduk menggunakan tangan untuk mempercepat proses ekstraksi pati dan nutrisi.
  • Setelah merendam, tuang air beras ke dalam wadah bersih atau botol semprot. Tuang sambil gunakan saringan dengan lubang halus.
  • Kocok wadah air beras dengan baik sebelum disiram atau disemprot ke tanaman.

Itu dia cara menggunakan air cucian beras untuk tanaman. Meski tak bisa jadi pengganti pupuk, Anda tetap bisa menyiramkannya ke tanaman, asal tidak sering.

(rti)

Read Entire Article
| | | |