Bocoran Motor Listrik Nasional Diluncurkan Prabowo

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Terungkap produk motor listrik nasional (Molinas) yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto adalah Cakra NX1.

Dari desain yang terlihat dalam video di pabrik Alva di sela-sela peresmian, diduga motor tersebut merupakan rebadge dari Alva N3 jika melihat dari bagian depan hingga sisi samping.

Alva N3 adalah motor listrik yang tersedia port USB untuk pengisian daya dari smartphone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motor juga memiliki fitur boost charge, yang memungkinkan penggunanya melakukan proses pengecasan baterai dengan waktu lebih singkat.Untuk pengisian baterai dengan daya 840 watt memakan waktu 4 jam, sedangkan daya 500 watt membutuhkan kurang lebih 7 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara sederhana, fitur baru tersebut bisa mengisi daya motor listrik dari 10 persen hingga 50 persen hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Syaratnya, hanya bisa diisi ulang di Alva Charging Station yang sudah disediakan.

Terkait performa, motor N3 dapat melaju dengan kecepatan 80 km per jam, lalu dengan dua baterai, N3 bisa menempuh jarak hingga 140 km.

Beberapa fitur standar juga disematkan pada motor N3, seperti panel instrumen digital, boost charge untuk pengisian daya cepat, Avla Intelligent Charging System (AICS), bagasi dan kompartemen yang lega, teknologi anti-banjir, dan fitur-fitur lainnya.

Pakai baterai nikel

Pemerintah mendorong pengembangan Molinas menggunakan baterai berbasis nikel untuk memperkuat rantai produksi di dalam negeri.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyebut Indonesia menguasai 46 persen cadangan nikel dunia serta memiliki teknologi dan kemampuan untuk membangun rantai produksi baterai sendiri.

"Terutama kita lihat baterai untuk listrik nasional ini kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel based. Karena nikel kita ketahui bersama 46 persen reserve nikel di dunia itu ada di Indonesia," kata Rosan, Kamis (13/8).

Rosan memperkirakan nilai pasar sektor motor listrik mencapai sekitar US$170 miliar atau setara Rp3.039,12 triliun (kurs Rp17.877).

Pengembangan diarahkan mulai dari pengolahan nikel menjadi cell battery dan battery pack hingga dipakai dalam produksi motor listrik nasional. Ia menyebut sekitar 10 perusahaan nasional sudah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian.

Ekosistem Molinas juga melibatkan PT Len Industri dan Profesor Sigit untuk mendorong standardisasi internasional, dengan target memperluas daya saing di tingkat regional dan global.

(ryh/mik)

placeholder

Read Entire Article
| | | |