BYD Soal Dealer Jepang Berguguran: Transisi Elektrifikasi Keniscayaan

16 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Motor Indonesia menilai fenomena tutupnya sejumlah jaringan dealer merek Jepang di Indonesia merupakan bagian dari perubahan industri otomotif yang tengah berlangsung menuju elektrifikasi, yang makin tidak bisa dihindari.

Dalam beberapa waktu terakhir sejumlah dealer yang sebelumnya menjual merek mobil Jepang tutup, bahkan mereka langsung beralih menjadi dealer merek China yang kini fokus memasarkan kendaraan elektrifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Head of Marketing PR and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan perubahan pola bisnis para pelaku retail otomotif merupakan bagian dari strategi untuk keberlanjutan.

"Kita enggak mau industri drop, tapi kita harus tau bersama transisi ke elektrifikasi ini tuh sudah keniscayaan dan memang menjadi fenomena di global. Jadi kita sebagai pelaku bisnis sebaiknya melihat adanya fenomena ini sehingga ada suistanability pada sisi bisnis retail," kata Luther di Jakarta belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut BYD, perubahan yang terjadi saat ini bukan sekadar persaingan antarmerek, melainkan bagian dari pergeseran pasar menuju teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, BYD menilai pasar otomotif nasional sepanjang semester pertama tahun ini masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, penjualan kendaraan elektrifikasi dinilai menunjukkan perkembangan cukup positif dalam beberapa bulan terakhir.

Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional sebetulnya masih memperlihatkan tren positif. Hal itu terlihat dari capaian penjualan Januari-Mei 2026 naik 12,8 persen menjadi 359.015 unit dibandingkan periode yang sama di 2025.

Dari capaian itu kenaikan paling besar untuk lima bulan pertama 2025 terletak pada segmen elektrifikasi, yaitu hybrid tumbuh 49,7 persen, PHEV naik 416,1 persen, dan mobil listrik murni meningkat 80 persen.

"Kalau mengacu data beberapa bulan terakhir khususnya kepada kendaraan elektrifikasi cukup baik," ujarnya.

Meski optimistis terhadap prospek kendaraan elektrifikasi, Luther mengaku tetap melihat perkembangan industri dari perspektif jangka panjang.

Perusahaan berharap kondisi ekonomi nasional dapat semakin stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat dan industri otomotif secara keseluruhan ikut membaik.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |