Jakarta, CNN Indonesia --
Truk yang berhenti beroperasi atau "ngandang" bisa dipengaruhi berbagai faktor yang menyebabkan kerugian bagi setiap pelaku usaha. Isuzu pun menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan potensi downtime kendaraan komersial.
Pendekatannya tidak hanya mengandalkan perbaikan ketika kendaraan mengalami masalah, tetapi juga pencegahan melalui layanan purna jual.
Business Solutions Director Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosjadi mengatakan layanan purna jual perlu menjadi bagian dari solusi bisnis pelanggan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Isuzu, kami percaya bahwa layanan purna jual bukan sekadar memberikan servis ketika kendaraan mengalami kendala, tetapi menjadi bagian dari solusi bisnis pelanggan. Fokus kami adalah menjaga uptime kendaraan agar operasional tetap berjalan optimal, produktivitas meningkat, dan total biaya kepemilikan kendaraan dapat ditekan," ujar Anjar dalam keterangan resmi, Sabtu (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, tingkat uptime menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas armada. Semakin lama kendaraan dapat beroperasi, semakin besar pula peluang kendaraan tersebut mendukung aktivitas bisnis.
Untuk mengantisipasi gangguan sejak awal, Isuzu menyediakan sejumlah layanan yang masuk dalam skema Proactive Solution.
Layanan tersebut antara lain Free Service hingga dua tahun, Free Spare Part hingga Rp8 juta atau Free Tire untuk pembelian unit Isuzu GIGA, Isuzu Health Report, serta Vehicle Inspection.
Isuzu juga menawarkan Tire Lifetime Contract dan Tire Pay-As-You-Go Contract. Selain itu, terdapat layanan Manpower On-Site yang memungkinkan mekanik Isuzu datang langsung ke lokasi operasional pelanggan.
Rangkaian layanan tersebut ditujukan untuk membantu pelanggan mempertahankan kondisi kendaraan sekaligus mengurangi waktu kendaraan tidak dapat digunakan.
Selain layanan, ketersediaan suku cadang menjadi bagian lain yang diperhatikan Isuzu. Perusahaan menerapkan strategi multi-layer parts dengan menyediakan Isuzu Genuine Parts (IGP) sebagai suku cadang orisinal.
Di sisi lain, Isuzu menyediakan IADG sebagai pilihan alternatif dengan harga yang lebih kompetitif. Saat ini terdapat lebih dari 800 item IADG yang tersedia untuk kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan.
Isuzu juga memanfaatkan teknologi telematika melalui Isuzu Link untuk mendukung pengelolaan kendaraan. Teknologi tersebut menjadi bagian dari ekosistem layanan purna jual yang disiapkan perusahaan untuk membantu pelanggan mengelola armadanya.
Isuzu juga mendorong pola perawatan yang lebih proaktif agar kendaraan tetap dapat digunakan untuk menunjang aktivitas bisnis.
(ryh/mik)


















































