Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.755 per dolar AS pada perdagangan Senin (10/8) sore. Mata uang Garuda menguat 142 poin atau 0,79 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,01 persen, peso Filipina menguat 0,34 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,05 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Dolar Singapura turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,46 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,73 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mayoritas mata uang utama negara maju kompak menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,05 persen, poundsterling Inggris menguat 0,09 persen, dolar Australia terapresiasi 0,09 persen, dolar Kanada naik 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,07 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS dan sentimen positif dari dalam negeri.
Dari dalam negeri, pasar merespons positif langkah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan nama Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti kepada DPR RI sebagai Gubernur BI yang baru.
"Rupiah ditutup menguat tajam terhadap dolar AS didukung oleh pelemahan indeks dolar AS sendiri. Namun, penguatan utamanya didukung oleh pengajuan Ibu Destry untuk menjabat Gubernur Bl yang disambut positif oleh investor," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(lau/pta)


















































