Jakarta, CNN Indonesia --
Harga bahan bakar minyak (BBM) di 95 negara dilaporkan naik setelah konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengganggu pasokan energi global.
Melansir Al Jazeera, lonjakan itu dipicu terganggunya distribusi minyak dan gas dunia, terutama karena pengiriman melalui Selat Hormuz nyaris terhenti. Jalur tersebut merupakan rute penting bagi pasokan energi dari kawasan Teluk ke berbagai negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data Global Petrol Prices yang dikutip Al Jazeera menunjukkan kenaikan harga bensin tidak hanya terjadi di satu kawasan, tetapi meluas ke berbagai belahan dunia.
Lonjakan paling tajam tercatat di negara-negara Asia dan negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi.
10 negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi
Dampak gejolak ini mulai terasa di banyak wilayah, di Amerika Serikat, harga bensin reguler naik sekitar 20 persen, dari rata-rata US$2,94 per galon pada Februari menjadi US$3,58 per galon.
Di sejumlah negara bagian, harga bahkan telah menembus US$4 per galon, di California melampaui US$5 per galon, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Berikut negara-negara dengan lonjakan harga BBM terbesar.
• Kamboja, naik 67,81 persen
• Vietnam, naik 49,73 persen
• Nigeria, naik 35,02 persen
• Laos, naik 32,94 persen
• Kanada, naik 28,36 persen
• Pakistan, naik 24,49 persen
• Maladewa, naik 18,54 persen
• Australia, naik 18,23 persen
• Amerika Serikat, naik 16,55 persen
• Singapura, naik 15,69 persen
Asia paling terdampak
Asia menjadi kawasan yang paling merasakan dampak konflik ini karena ketergantungannya yang besar terhadap Selat Hormuz sebagai jalur utama pasokan minyak dan gas.
Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang paling rentan. Jepang mengimpor sekitar 95 persen kebutuhan minyaknya dari kawasan Teluk, sedangkan Korea Selatan sekitar 70 persen.
Kedua negara itu mulai menyiapkan langkah darurat untuk menjaga stabilitas pasar energi. Jepang meminta fasilitas cadangan minyaknya bersiap jika sewaktu-waktu harus melepas stok strategis.
Sementara itu, Korea Selatan memberlakukan batas harga maksimum bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.
Di Asia Selatan tekanannya disebut lebih berat, negara seperti Pakistan dan Bangladesh dinilai memiliki bantalan fiskal lebih tipis serta cadangan strategis yang lebih terbatas.
Bangladesh bahkan memerintahkan seluruh universitas negeri dan swasta tutup untuk menghemat energi.
Di Pakistan, kantor pemerintahan kini hanya beroperasi empat hari dalam sepekan, sekolah ditutup, dan kebijakan bekerja dari rumah 50 persen diterapkan untuk menekan konsumsi bahan bakar.
95 negara terdampak, ada Indonesia
Indonesia juga masuk dalam daftar negara yang mengalami kenaikan harga BBM. Harga bensin oktan 95 tercatat naik 2,65 persen, dari US$0,72 per liter menjadi US$0,74 per liter.
Selain Indonesia, sejumlah negara Asia lain yang juga mencatat kenaikan harga BBM antara lain Pakistan, Maladewa, Australia, Singapura, China, Myanmar, Afghanistan, dan Sri Lanka.
Situasi serupa terjadi di Uni Emirat Arab, Turki, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Bhutan, Kazakhstan, Jepang, Yordania, dan Kyrgyzstan.
Di luar negara-negara tersebut, kenaikan harga BBM juga tercatat di Puerto Rico, Jerman, Guatemala, Seychelles, Sierra Leone, Lebanon, Spanyol, Austria, Swedia, Luksemburg, Zimbabwe, Ukraina, San Marino, dan Albania.
Kemudian Denmark, Makedonia Utara, Moldova, Panama, Ethiopia, Belgia, Prancis, Republik Demokratik Kongo, Bulgaria, Republik Dominika, Burundi, Liberia, Italia, Mesir, Norwegia, Swiss, Latvia, Yunani, dan Suriname.
Begitu pula Monako, Aruba, Peru, Argentina, Andorra, Montenegro, Portugal, Curacao, Rumania, Liechtenstein, Jamaika, Grenada, Israel, Serbia, Brasil, Inggris, Islandia, Siprus, Honduras, dan Selandia Baru.
Termasuk El Salvador, Bosnia dan Herzegovina, Kosta Rika, Tanzania, Mauritius, Mozambik, Lithuania, Slovenia, Ghana, Barbados, Georgia, Maroko, Nikaragua, Rwanda, dan Tunisia.
Lonjakan harga minyak ini juga dikhawatirkan mendorong kenaikan harga pangan global. Hal ini dikarenakan energi memegang peran penting di seluruh rantai pasok makanan, mulai dari pupuk, proses produksi, hingga distribusi ke pasar.
Negara-negara berpendapatan rendah dinilai paling rentan menghadapi kondisi ini. Selain karena warganya mengalokasikan porsi pendapatan yang lebih besar untuk membeli makanan, banyak negara juga masih bergantung pada impor gandum dan pupuk.
(anm/chri)
Add
as a preferred source on Google


















































