Daftar Negara yang Punya Tradisi Dentum Meriam Tanda Berbuka Puasa

2 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Waktu berbuka adalah saat yang dinanti bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Kumandang adzan maghrib adalah penanda waktu yang paling sah untuk makan dan minum.

Namun di sejumlah negara mayoritas muslim, beberapa saat sebelum adzan dikumandangkan ada tradisi dentuman meriam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun itu ternyata masih dipelihara sampai saat ini. Berikut daftar negara yang punya tradisi dentum meriam menjelang waktu berbuka puasa.

1. Midfa al-Iftar di Arab Saudi

Tradisi membunyikan meriam sebagai tanda waktu berbuka masih dijalankan di Arab Saudi hingga kini, disebut Midfa al-Iftar (meriam berbuka).

Tradisi ini sudah berjalan sejak kurang lebih 200 tahun silam. Tradisi ini memang masih berjalan bukan hanya di Arab Saudi, tetapi juga hingga ke Mesir, Lebanon dan Kuwait.

2. Ramazan Topu di Turki

Sama seperti meriam buka puasa, hal yang sama juga berlaku di Turki yang disebut Ramazan Topu.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak era Turki Ustmani, dan masih dipertahankan di sejumlah kota besar seperti Istanbul, Edirne dan Kars. Selain dentuman meriam, Turki juga punya tradisi drum sahur (davulcu).

3. Meriam Istana Naif di Kuwait

Tradisi membunyikan meriam juga berlaku di Kuwait hingga kini. Tradisi ini mulai dijalankan sejak 1907 pada masa pemerintahan Sheikh Mubarak Al-Sabah.

Bertempat di Istana Naif, dentuman meriam dilakukan oleh petugas berseragam merah setiap matahari terbenam untuk menandai waktu berbuka puasa, menjadikannya simbol budaya yang dicintai.

Dilansir Arab News, Istana Naif di Kota Kuwait telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Islam oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam.

Istana Naif, yang meliputi area seluas 28.802 meter persegi, dibangun pada tahun 1919, pada masa pemerintahan Emir Sheikh Salem Al-Mubarak Al-Sabah. Istana ini memiliki 219 kamar dan juga menampung sebuah masjid, asrama garnisun, dan gudang amunisi.

4. Meriam Sultan Khos Qadam Kairo

Sementara di Kairo, Mesir, tradisi meriam berbuka telah ada sejak waktu yang lebih lama yakni sejak 1467 M (865 H). Dimulai secara tidak sengaja oleh Sultan Khosh Qadam ketika suatu sore jelang magrib mencoba meriam.

Namun penduduk Mesir mengira itu adalah tanda berbuka puasa. Sejak itu tradisi itu tetap dipertahankan bahkan menyebar ke seluruh Kekaisaran Ottoman dan kini berpusat di Benteng Salahuddin Al-Ayyubi.

Sultan Khosh Qadam bernama lengkap Al-Malik al-Ẓāhir Sayf al-Dīn Khushqadam, Sultan Mamluk yang memerintah di Mesir dan Suriah dari tahun 1461 hingga 1467 M.

5. Meriam Masjid Al Araf Banten

Di Indonesia, ada juga tradisi dentuman meriam sebagai penanda berbuka tepatnya di Masjid Al Araf Rangkas Bitung, Banten.

Meriam sundut ini menggunakan bahan karbit yang dimasukkan ke dalam pipa besi berdiameter 40 centimeter. Ledakan dari meriam ini bisa mencapai radius 10 kilometer.

(imf/dna)

Read Entire Article
| | | |