Jakarta, CNN Indonesia --
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengungkap sejumlah hasil kesepakatan Bank Sentral China (PBOC) dan Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan gubernur ke-2 di bawah Joint Work Program (JWP).
Dalam rilis resminya, kesepakatan itu adalah:
Pertama, penandatanganan MoU untuk pembentukan Renminbi Clearing Arrangement antara PBOC dan BI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, PBOC, BI dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) telah menandatangani MoU trilateral mengenai Local Currency Transaction (LCT).
Ketiga, peluncuran implementasi pembayaran QR lintas batas Tiongkok-Indonesia. Keempat, Bank Mandiri bergabung sebagai partisipan langsung dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).
Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama keuangan antara China dan Indonesia terus mengalami pendalaman dan telah membuahkan hasil yang signifikan.
"Kerja sama keuangan kedua negara berkontribusi positif dalam mendorong kemakmuran ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan," kata Lutong dalam rilis resminya.
China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut dan termasuk dalam tiga besar sumber investasi asing langsung di Indonesia selama 10 tahun berturut-turut.
Lutong mengatakan kedua negara terus memperkuat kerja sama di sektor-sektor tradisional seperti infrastruktur, energi dan sumber daya mineral, pertanian dan perikanan, serta manufaktur.
Pada saat yang sama, kerja sama juga terus diperluas ke berbagai sektor strategis yang sedang berkembang, termasuk EV, baterai daya, ekonomi digital, dan AI.
(asa)
Add
as a preferred source on Google

















































