Elon Musk Perkenalkan Aplikasi Pengganti WhatsApp, Rilis Jumat Besok

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk memperkenalkan XChat, aplikasi perpesanan baru yang digadang-gadang bisa menggantikan WhatsApp. Fitur ini sebelumnya diperkenalkan sebagai fitur DM dalam aplikasi media sosial X.

Aplikasi ini bakal terpisah dari X dan rencananya akan dirilis pada Jumat (17/4). XChat nantinya baru akan tersedia di iPhone dan iPad terbaru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir 9to5Mac, daftar aplikasi perpesanan tersebut di App Store menampilkan pratinjau desainnya, termasuk ikon yang detail, serta tanggal rilis 17 April.

XChat akan memungkinkan pengguna untuk "bercakap-cakap dengan siapa pun di X dalam ruang pribadi yang dirancang khusus untuk percakapan," menurut deskripsi aplikasi tersebut.

XChat tidak akan menampilkan iklan atau fitur pelacakan, dan pesan-pesan yang dikirimkan dienkripsi secara end-to-end.

Cuplikan aplikasi ini menampilkan berbagai fitur, seperti kemampuan untuk memblokir tangkapan layar, mengirim pesan yang menghilang, mengadakan obrolan grup, dan melakukan panggilan video.

Aplikasi ini telah menjalani tahap pengujian sejak tahun lalu. XChat dapat dipesan terlebih dahulu melalui App Store menjelang peluncurannya pada Jumat depan.

aplikasi xchat buatan elon musk. dok. xchatXChat akan memungkinkan pengguna untuk "bercakap-cakap dengan siapa pun di X dalam ruang pribadi yang dirancang khusus untuk percakapan," menurut deskripsi aplikasi tersebut. 
(Foto: dok. XChat)

Musk sebelumnya juga sempat menyindir aplikasi perpesanan milik Meta itu. Dalam sebuah cuitan di X, Musk menanggapi berita mengenai gugatan terhadap WhatsApp yang dituduh dapat mengakses pesan pribadi tanpa persetujuan pengguna.

"Tidak bisa percaya WhatsApp," cuit Musk, melansir Mashable.

WhatsApp membantah tuduhan tersebut. Akun resmi WhatsApp di X menanggapi postingan Musk dengan mengatakan bahwa tuduhan dalam gugatan ini sepenuhnya tidak benar dan tidak masuk akal.

Platform tersebut menambahkan bahwa selama bertahun-tahun mereka telah menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung yang didukung oleh protokol Signal, sehingga memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima yang dapat mengakses pesan-pesan tersebut.

(dmi/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |