Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian ESDM menegaskan pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan energi baru terbarukan (EBT) bukan lagi sekadar opsi kebijakan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menekan polusi dan emisi karbon nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan EV menjadi salah satu instrumen penting dalam menurunkan emisi, sejalan dengan kebijakan pemerintah.
"Selaras dengan kebijakan pemerintah untuk penurunan emisi, memang electric vehicle salah satu poin yang harus kita cermati sebagai tools untuk menurunkan emisi," ujar Eniya dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pengembangan EV tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan dorongan hilirisasi dan industrialisasi. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
"Pemerintah menangkap bahwa electric vehicle harus jalan dengan upaya untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi serta meningkatkan nilai tambah," ujarnya.
Selain sektor transportasi, Eniya menekankan peran krusial energi baru terbarukan dalam menekan polusi, terutama di sektor ketenagalistrikan yang selama ini masih bergantung pada energi fosil.
"Di sisi lain kita juga harus menumbuhkan renewable energy karena salah satu solusi untuk menurunkan emisi," ujarnya.
Menurut Eniya, pemerintah juga terus memperluas akses listrik berbasis energi bersih ke seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari agenda transisi energi. Harapannya, semua tempat di Indonesia itu harus terlistriki paling lambat pada 2029.
Ia menyebut, upaya percepatan EBT dan EV telah menunjukkan hasil nyata, baik dari sisi penurunan emisi maupun perbaikan kualitas lingkungan.
"Dengan adanya realisasi penambahan di sektor elektrifikasi ini, ini sudah membantu juga menurunkan emisi sebanyak 82,47 juta ton," ucap Eniya.
Ke depan, Eniya menegaskan pemerintah akan terus mengakselerasi pengembangan EV dan EBT agar transisi energi berjalan konsisten. Hal ini sekaligus menjawab tantangan polusi dan perubahan iklim.
"Jadi kita berharap salah satunya electric vehicle menjadi salah satu tools untuk menurunkan emisi ini," tutupnya.
(ldy/sfr)

















































