Klaim Korban dalam File Epstein: Bayi Dimutilasi di Yacht

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Dokumen dalam file Jeffrey Epstein mencatat pengakuan seorang individu yang mengeklaim menyaksikan kekerasan di atas yacht, termasuk dugaan mutilasi bayi.

Kesaksian itu berasal dari seorang individu yang mengaku sebagai korban dan tercantum dalam dokumen pemeriksaan terkait kasus Epstein.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dokumen yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat, menyatakan korban menyaksikan tindakan kekerasan ekstrim terhadap bayi-bayi.

"Di atas kapal pesiar itu, ia menyaksikan bayi-bayi dipotong-potong, organ dalam mereka dikeluarkan, serta orang-orang yang memakan kotoran dari organ itu," demikian pernyataan tersebut.

"Dia juga diperkosa oleh George Bush 1," lanjut pernyataan itu.

Dalam dokumen itu, ia juga menyaksikan pria Afrika-Amerika melakukan hubungan seksual dengan perempuan kulit putih berambut pirang.

Selain itu, dalam dokumen itu menyebut korban mengaku menjadi praktik pengorbanan ritual meski tidak meninggalkan bekas luka.

[Gambas:Video CNN]

"Ia menyatakan menjadi korban suatu bentuk pengorbanan ritual, di mana kakinya disayat menggunakan pedang jenis scimitar, namun tidak meninggalkan bekas luka."

Namun, dokumen tersebut menegaskan bahwa keterangan itu merupakan pengakuan sepihak dari pihak yang mengaku sebagai korban dan belum diverifikasi kebenarannya melalui proses hukum.

"Korban mengungkapkan bahwa ia diantar ke gedung FBI oleh Michael Moore yang merupakan pencipta 'True Pundit', yang digambarkan oleh berbagai sumber daring sebagai situs berita yang didorong oleh teori konspirasi yang berupaya mencoreng nama FBI," demikian isi dokumen selanjutnya.

Dalam bagian terpisah dokumen yang sama, terdapat kesaksian lain dari seorang pria yang mengaku mengalami kekerasan seksual oleh Epstein pada tahun 2000 di sebuah kapal pesiar besar.

"Ia juga menyatakan pernah bertemu Jeffrey Epstein di sebuah klub kapal pesiar di M, tempat keluarganya menjadi anggota, dan kemudian mengaku mengalami kekerasan seksual oleh Epstein pada tahun 2000 di sebuah kapal pesiar besar," demikian bunyi pernyataan itu.

Pria itu juga menuding mantan Presiden AS William J. Clinton sebagai pelaku, serta menyebut Donald Trump dan Melania turut berada dalam perjalanan kapal tersebut.

"Ia mengatakan bahwa saat kejadian itu berlangsung, dirinya berada dalam kondisi sangat terpengaruh obat-obatan," tulis pernyataan itu.

"Menurut pengakuannya, ingatan tentang peristiwa itu baru muncul kembali setelah menjalani terapi sekitar tahun 2016. Namun, ia tidak menyerahkan bukti pendukung maupun saksi yang dapat diverifikasi."

Berdasarkan penilaian awal, ia dinilai tidak stabil secara emosional, sehingga tidak direkomendasikan untuk melanjutkan penyelidikan lebih lanjut.

(rnp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |