Fans Dilarang Cosplay-Beli Merch Conan Imbas Cekcok China vs Jepang

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Minggu, 08 Feb 2026 19:40 WIB

China melarang kegiatan cosplay dan penjualan merchandise serial anime populer Jepang Detective Conan imbas pertikaian kedua negara yang masih memanas. China melarang kegiatan cosplay dan penjualan merchandise serial anime populer Jepang Detective Conan imbas pertikaian kedua negara yang masih memanas. (Foto: Tangkapan layar YouTube Toho Movie Channel)

Jakarta, CNN Indonesia --

China melarang kegiatan cosplay (costume play) dan penjualan merchandise serial anime populer Jepang Detective Conan imbas pertikaian kedua negara yang masih memanas.

Setelah kedua negara tegang imbas pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan, muncul gelombang kecaman terhadap kolaborasi terbaru Conan dengan seri manga My Hero Academia yang banyak dikritik karena dianggap membangkitkan kembali ingatan atas kekejaman Jepang pada masa perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boikot Detective Conan di China ini berlaku dalam sejumlah acara festival anime terutama di  Chongqingdan Lanzhou, setelah banyak pihak menilai kampanye kolaborasi antara dua karya Jepang itu sebagai tindakan yang "menghina rakyat China".

Pada 2020, My Hero Academia sempat ditarik dari berbagai platform video di China karena nama salah satu tokoh antagonisnya, Maruta Shiga.

Nama Maruta Shiga itu dinilai merujuk pada Unit 731, unit operasi rahasia Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang terkenal kejam karena melakukan eksperimen terhadap manusia dalam penelitian senjata biologis dan kimia di China timur laut pada masa perang.

Kata "Maruta" yang berarti "kayu gelondongan" merupakan istilah sandi yang digunakan untuk menyebut para korban eksperimen manusia. Sementara itu, nama "Shiga" merujuk pada Kiyoshi Shiga, seorang bakteriolog Jepang ternama yang menemukan bakteri penyebab penyakit pada 1897.

Dikutip The Straits Times, kolaborasi tersebut dibuat untuk memperingati 30 tahun Detective Conan dan 10 tahun My Hero Academia. Para kreator manga dari kedua seri itu juga saling merilis ilustrasi karakter utama masing-masing sebagai bagian dari proyek kerja sama.

Penyelenggara acara di Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu di barat laut China, mengatakan bahwa pengunjung yang mengenakan kimono, sandal kayu, atau busana lain yang diasosiasikan dengan militerisme akan ditolak masuk.

Mereka menilai My Hero Academia berkaitan dengan "isu sejarah yang melukai perasaan rakyat China".

Pihak penyelenggara pameran di Beijing yang digelar pada 7-8 Februari ini menjelaskan bahwa larangan cosplay dan penjualan merchandise tersebut bertujuan untuk menciptakan "suasana yang kondusif".

Sementara itu, selain Detective Conan, ajang pameran anime di Chongqing juga melarang cosplay dan penjualan merchandise dari gim Jepang populer Pokemon. 

Langkah ini diambil sebagai respons atas kemarahan publik di China terkait rencana penyelenggaraan acara permainan kartu bertema Pokemon di Kuil Yasukuni, Tokyo. Kuil itu kerap menjadi lokasi yang dikaitkan dengan sejarah perang.

Kuil Shinto Yasukuni dikenal sebagai tempat pemujaan bagi para pemimpin Jepang yang dihukum sebagai penjahat perang oleh tribunal internasional pasca-Perang Dunia II, serta jutaan korban perang Jepang.

Acara permainan kartu tersebut, yang semula dijadwalkan pada 31 Januari, akhirnya dibatalkan.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |