Gaet Investor Masuk RI, Rosan Tawarkan Insentif hingga 300 Persen

4 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P Roeslani menawarkan insentif hingga 300 persen bagi investor yang bersedia masuk ke penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia.

Insentif tersebut ditawarkan pemerintah sebagai salah satu strategi untuk menarik lebih banyak investasi sekaligus memperkuat sumber daya manusia dan ekosistem riset di dalam negeri.

"Jika perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia, kami bisa memberikan insentif hingga 300 persen," ujar Rosan dalam acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain insentif untuk kegiatan R&D, pemerintah juga memberikan insentif hingga 200 persen bagi perusahaan yang memberikan perhatian besar terhadap pelatihan dan pendidikan.

"Jika perusahaan memberikan banyak fokus pada pelatihan dan pendidikan, pemerintah kami juga akan memberikan insentif hingga 200 persen," imbuhnya.

Rosan mengatakan pemberian insentif tersebut merupakan langkah afirmatif pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan di Indonesia.

[Gambas:Youtube]

Rosan mengatakan peluang investasi di Indonesia ke depan tidak hanya berfokus pada hilirisasi mineral dan pengolahan komoditas, tetapi juga mencakup infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi masa depan.

Ia menyebut ekonomi digital Indonesia berpotensi mencapai US$360 miliar pada 2030. Jakarta juga dinilai telah menjadi pusat data center utama di Indonesia.

"Kami ingin infrastruktur generasi berikutnya yang siap untuk AI dibangun di sini," kata Rosan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar untuk mendukung pengembangan pusat data.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai 3.600 gigawatt (GW), sementara kapasitas terpasang saat ini baru sekitar 15,1 GW.

"Potensinya mencapai 3.600 gigawatt energi terbarukan, tetapi kapasitas terpasang saat ini hanya sekitar 15,1 gigawatt, jadi kurang dari 1 persen," jelasnya.

Selain sektor digital, Rosan juga membuka peluang investasi pada proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WTE). Ia mengatakan Danantara tengah mendukung pipeline proyek WTE nasional di lebih dari 30 lokasi.

"Danantara mendukung pipeline nasional waste to energy di lebih dari 30 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai sekitar US$5 miliar," terangnya.

Untuk Jakarta, Rosan mengatakan pemerintah dan Danantara tengah melakukan pembahasan dengan Pemprov DKI Jakarta terkait pengembangan fasilitas WTE.

Rosan juga menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi melalui percepatan perizinan, kepastian regulasi, serta lingkungan bisnis yang lebih dapat diprediksi.

"Komitmen kami sangat jelas. Kami siap bermitra dengan investor, memobilisasi modal dan membantu mengubah proyek-proyek strategis menjadi kenyataan," pungkasnya.

(ldy/ins)

Read Entire Article
| | | |