Industri Hiburan Tertekan, Disney PHK 1.000 Karyawan

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

The Walt Disney Company mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan sebagai bagian dari upaya efisiensi di tengah perubahan industri hiburan global.

Langkah tersebut diumumkan oleh CEO Disney Josh D'Amaro, yang baru menggantikan Bob Iger pada Februari lalu sebagaimana dilansir dari Associated Press (AP News), Rabu (15/4).

PHK ini dilakukan setelah perusahaan lebih dulu menggabungkan divisi pemasaran pada Januari, sebagai bagian dari restrukturisasi internal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemangkasan tenaga kerja diperkirakan akan menyasar sejumlah lini bisnis, mulai dari televisi tradisional seperti ESPN, studio film, hingga divisi produk, teknologi, dan fungsi korporasi lainnya.

"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari cara untuk merampingkan operasi di berbagai bagian perusahaan guna memastikan kami tetap menghadirkan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang diharapkan penggemar Disney," ujar D'Amaro dalam memo kepada karyawan yang dikutip AP.

Ia menambahkan, perubahan industri yang bergerak cepat menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia.

[Gambas:Youtube]

"Mengingat cepatnya perubahan industri, kami perlu terus mengevaluasi bagaimana membangun tenaga kerja yang lebih lincah dan didukung teknologi untuk memenuhi kebutuhan masa depan," lanjutnya.

Ini bukan pertama kalinya Disney melakukan PHK dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, perusahaan memangkas sekitar 8.000 karyawan tak lama setelah Iger kembali menjabat sebagai CEO.

Per akhir 2025, Disney tercatat memiliki sekitar 230 ribu karyawan secara global.

Gelombang efisiensi juga tengah melanda industri hiburan Hollywood secara luas. Sejumlah perusahaan lain turut melakukan pemangkasan tenaga kerja dalam beberapa waktu terakhir.

Paramount Skydance, misalnya, telah memangkas sekitar 2.000 pekerjaan sejak diakuisisi oleh perusahaan milik David Ellison. Selain itu, Sony Pictures Entertainment juga mengumumkan rencana pengurangan ratusan karyawan.

Kondisi ini mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi industri hiburan global di tengah perubahan pola konsumsi konten dan transformasi digital yang semakin cepat.

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |