Jakarta, CNN Indonesia --
Pasukan Iran melancarkan serangan drone pada Minggu (19/4) terhadap sejumlah kapal Amerika Serikat sebagai balasan atas penyitaan kapal kargo Iran.
Kantor berita semi-resmi Iran Tasnim melaporkan drone-drone Teheran diluncurkan terhadap kapal-kapal Washington, tanpa merinci apakah kapal militer atau komersial yang ditargetkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan drone ini dilancarkan sebagai respons atas dibajaknya kapal kontainer TOUSKA oleh pasukan AS pada Minggu.
Menurut Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, pasukan AS telah menargetkan kapal tersebut, menonaktifkan sistem navigasinya, dan membajaknya. Iran menegaskan tindakan ini merupakan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan pasukan AS melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut sebelum menaikinya.
Insiden ini pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat (CENTCOM) AS, unit militer yang bertanggung jawab atas kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan keterangan CENTCOM, USS Spruance telah mencegat kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menerobos blokade angkatan laut Washington di Teluk Oman. Kapal kargo itu disebut hendak berlayar menuju Bandar Abbas di Iran.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa TOUSKA berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April.
CENTCOM dalam keterangannya di media sosial X turut merilis rekaman video yang menunjukkan kapal perang AS memperingatkan TOUSKA sebelum akhirnya melepaskan tembakan.
Usai insiden itu, TOUSKA kini ditahan oleh Washington.
"Amerika Serikat yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya," kata Zolfaghari, seperti dikutip Anadolu Agency.
"Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini," tukasnya.
Insiden ini terjadi saat ketegangan terus meningkat di Selat Hormuz selaku rute pelayaran minyak dunia. Iran telah menutuo selat ini sejak diserang AS-Israel pada akhir Februari. AS belakangan ikut-ikutan memblokade Selat Hormuz buntut mandeknya negosiasi damai dengan Teheran.
Iran sempat membuka selat vital tersebut usai gencatan senjata dan negosiasi damai, namun kembali ditutup karena AS ogah mencabut blokadenya. Nasib Selat Hormuz kini masih tak jelas dan terus tegang imbas konflik.
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google















































