Kapan Harus Berhenti Sahur, Imsak atau Saat Azan Subuh?

2 hours ago 2

#USTAZTANYADONG

CNN Indonesia

Senin, 09 Mar 2026 15:00 WIB

Banyak orang berhenti sahur saat imsak. Lalu sebenarnya kapan batas sahur yang benar? Simak penjelasan ulama berikut. Ilustrasi. Ternyata batas akhir santap sahur saat puasa bukanlah waktu imsak. (istockphoto/ibnjaafar)

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadhan, waktu sahur sering kali menjadi perbincangan. Banyak orang terbiasa berhenti makan dan minum ketika waktu imsak tiba. Padahal, sebagian lainnya masih tetap melanjutkan sahur hingga azan Subuh berkumandang.

Lalu, sebenarnya kapan batas waktu sahur yang benar menurut ajaran Islam? Apakah saat imsak atau ketika azan Subuh?

Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar ibadah puasa yang sering muncul di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ustaz Wahyul Afif Al-Ghafiqi, batas terakhir seseorang boleh makan dan minum saat sahur adalah ketika azan Subuh mulai berkumandang.

"Batasan terakhir sahur adalah saat azan Subuh berkumandang. Itu adalah waktu terakhir seseorang menyantap sahur," ujarnya.

Artinya, selama azan Subuh belum terdengar, seseorang masih diperbolehkan makan dan minum. Termasuk ketika waktu imsak telah tiba.

Ia menjelaskan bahwa imsak bukanlah penanda dimulainya puasa, melainkan sekadar waktu pengingat agar umat Islam mulai bersiap menghentikan makan dan minum.

"Imsak itu sebenarnya hanya persiapan agar seseorang bersiap-siap menuju salat Subuh," jelasnya.

Dengan kata lain, imsak berfungsi sebagai pengingat agar umat Islam segera menyelesaikan sahurnya, membersihkan diri, dan mempersiapkan diri untuk salat Subuh. Namun, secara hukum, makan dan minum masih diperbolehkan hingga azan Subuh berkumandang.

Dalam ajaran Islam sendiri, mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu Subuh justru dianjurkan. Hal ini termasuk sunnah yang sering dilakukan Rasulullah SAW.

Mengakhirkan sahur dipercaya dapat membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama saat menjalani puasa sepanjang hari. Selain itu, waktu sahur yang mendekati Subuh juga memberi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan ibadah di waktu yang penuh keberkahan.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir jika masih menyantap sahur ketika waktu imsak telah tiba. Selama azan Subuh belum berkumandang, sahur masih diperbolehkan.

Yang terpenting adalah memastikan makan dan minum benar-benar dihentikan ketika azan Subuh mulai terdengar, karena pada saat itulah puasa secara resmi dimulai.

Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong.

Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi. Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |