Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) buka suara mengenai masuknya dua supertanker Iran ke perairan Indonesia.
Juru bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah saat ini sedang melakukan verifikasi lapangan mengenai laporan keberadaan kapal-kapal asing, termasuk kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) milik Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia," kata Yvonne dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5).
"Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus lakukan koordinasi internal, dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional," lanjut Yvonne.
Yvonne berujar aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim.
"Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat," tutup Yvonne.
Dua VLCC Iran memasuki perairan Indonesia setelah lolos dari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Kedua kapal yakni HUGE (9357183) dan DERYA (9569700).
Kapal-kapal tersebut terlacak berlayar menuju Kepulauan Riau, berdasarkan pantauan TankerTrackers.com.
Pelayaran kedua kapal supertanker ini berlangsung kala Amerika Serikat memblokade kapal-kapal Iran di Timur Tengah menyusul perang yang masih berkecamuk.
HUGE tercatat membawa 1,9 juta barel minyak mentah dan DERYA mengangkut 1,88 juta barel.
Berdasarkan catatan TankerTrackers.com, total sekitar 25 kapal tanker telah meninggalkan Iran pada bulan April. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya diminta putar balik oleh pasukan AS, sedangkan dua lainnya disita.
Sisanya disebut telah sampai di tujuan maupun di titik pertemuan dimaksud.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google


















































