Kenapa Power Bank Tidak Boleh Masuk Bagasi Pesawat? Ini Alasannya

6 hours ago 2

CNN Indonesia

Kamis, 13 Agu 2026 18:30 WIB

Ada aturan terkait membawa power bank ke dalam pesawat. Power bank harus dibawa ke kabin dan tidak boleh dimasukkan ke bagasi tercatat. Kenapa? Ilustrasi. Ada aturan terkait membawa power bank ke dalam pesawat. Power bank harus dibawa ke kabin dan tidak boleh dimasukkan ke bagasi tercatat. Kenapa? (iStockphoto/:Aliaksandr Litviniuk)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Power bank menjadi salah satu barang yang perlu diperhatikan saat dibawa naik pesawat. Power bank tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi tercatat atau kargo karena perangkat tersebut menggunakan baterai lithium-ion yang berisiko mengalami panas berlebih hingga memicu kebakaran.

Lalu, kenapa power bank tidak boleh masuk bagasi dan justru harus dibawa ke dalam kabin pesawat? Aturan tersebut berkaitan dengan kemampuan awak pesawat untuk mendeteksi dan menangani masalah baterai dengan lebih cepat jika terjadi di dalam kabin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Risiko baterai lithium-ion menjadi perhatian setelah sejumlah insiden penerbangan yang diduga berkaitan dengan perangkat tersebut. Salah satunya adalah kebakaran pesawat Air Busan di Korea Selatan pada 28 Januari 2025.

Hasil penyelidikan menemukan sejumlah bekas lelehan listrik pada sisa sebuah power bank yang kemudian disebut sebagai salah satu kemungkinan sumber kebakaran.

Kenapa power bank tidak boleh masuk bagasi?

Baterai lithium-ion dapat mengalami thermal runaway, yaitu reaksi berantai ketika baterai mengalami peningkatan suhu yang tidak terkendali. Kondisi tersebut dapat menyebabkan baterai mengeluarkan asap, terbakar, bahkan meledak.

Risikonya dapat meningkat ketika baterai:

  1. Mengalami kerusakan fisik atau benturan
  2. Mengalami panas berlebihan
  3. Mengalami pengisian daya berlebih
  4. Mengalami cacat produksi
  5. Mengalami pembengkakan
  6. Terminal baterai bersentuhan dengan benda logam

Menurut data Federal Aviation Administration (FAA), lebih dari 500 insiden yang melibatkan baterai lithium berupa asap, kebakaran, atau panas ekstrem telah tercatat dalam penerbangan selama dua dekade terakhir, seperti dikutip dari CNN.

Mengapa harus dibawa ke kabin?

Membawa power bank ke kabin memungkinkan awak pesawat segera mengetahui dan menangani masalah apabila baterai mengeluarkan asap atau mengalami kebakaran. Jika perangkat berada di bagasi tercatat, kondisi tersebut lebih sulit diketahui dan ditangani selama penerbangan.

Karena alasan keselamatan tersebut, FAA dan Transportation Security Administration (TSA) menetapkan bahwa baterai lithium-ion cadangan, termasuk power bank, harus dibawa dalam bagasi kabin, bukan bagasi tercatat.

Berapa kapasitas power bank yang boleh dibawa?

Ketentuan kapasitas dapat berbeda antara satu maskapai dan lainnya. Secara umum, power bank dengan kapasitas hingga 100 Wh diperbolehkan dibawa ke kabin tanpa persetujuan khusus. Perangkat dengan kapasitas lebih dari 100 Wh hingga 160 Wh biasanya memerlukan persetujuan maskapai.

Sebagai gambaran, baterai 100 Wh setara dengan sekitar 27.000 mAh jika menggunakan tegangan nominal 3,7 volt. Karena itu, penumpang sebaiknya memeriksa informasi kapasitas pada label power bank sebelum bepergian.

Beberapa maskapai juga menerapkan aturan tambahan, seperti:

  1. Membatasi jumlah power bank yang boleh dibawa
  2. Melarang penggunaan power bank selama penerbangan
  3. Melarang pengisian daya power bank melalui USB pesawat
  4. Mewajibkan perangkat disimpan di kantong kursi atau di bawah kursi
  5. Meminta terminal baterai dilindungi untuk mencegah korsleting

Tips aman membawa power bank di pesawat

Selain mengetahui kenapa power bank tidak boleh masuk bagasi, penumpang juga perlu memastikan kondisinya aman sebelum bepergian. Hindari membawa power bank yang menggembung, rusak, terlalu panas, atau menunjukkan kerusakan pada bagian luar.

Terminal perangkat juga sebaiknya terlindungi menggunakan wadah khusus, kantong plastik tertutup, atau pelindung yang dapat mencegah kontak dengan benda logam. Penumpang juga perlu memeriksa aturan maskapai yang digunakan karena ketentuan mengenai kapasitas, jumlah, penyimpanan, dan penggunaan power bank dapat berbeda.

Dengan memahami alasan di balik aturan tersebut, penumpang dapat membawa power bank dengan lebih aman sekaligus membantu mengurangi risiko kebakaran selama penerbangan.

(gas/fef)

placeholder

Read Entire Article
| | | |