CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 03:10 WIB
Penampakan di dalam Masjid Tjia Khang Hoo di Jakarta Timur, yang berornamen China. (CNN Indonesia/Ramadhan Nur Fadillah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di sudut Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebuah bangunan menjadi simbol harmonisasi dan toleransi umat beragama. Masjid Tjia Khang Hoo, rumah ibadah umat Muslim bergaya arsitektur Tionghoa yang lokasinya di samping gereja dan vihara.
Masjid Tjia Khang Hoo dibangun di tengah lingkungan yang mayoritas penduduknya non-muslim. Tepatnya di Jalan H Soleh RT 002/RW 07 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Masjid ini memiliki daya tarik tersendiri, yaitu bangunannya yang sangat kental dengan ornamen Tionghoa.
Masjid tersebut mulai dibangun pada 2022, oleh salah satu anak Tjia Kang Ho bernama Budiyanto Tjia. Selepas kepergian ayahanda, Budiyanto mewakafkan tanah milik mendiang Tjia Kang Ho untuk dijadikan masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adik Budiyanto, Jimmy Gouw menceritakan kepada CNNIndonesia.com bahwa keluarganya ini adalah keturunan Tionghoa yang menetap di Indonesia sejak abad ke-16. Mereka adalah generasi keenam dari moyangnya yang menikah dengan orang Betawi.
Proses pembangunan masjid masih berlangsung hingga hari ini, dan sudah memasuki tahap akhir. Dibangun di atas lahan seluas 793 meter persegi dengan luas rumah ibadah umat Muslim ini memadukan konsep budaya Betawi dan Tionghoa.
Bagian yang paling menarik dari Masjid Tjia Khang Hoo adalah arsitekturnya tersebut, sekilas terlihat seperti klenteng karena bangunannya didominasi warna merah dan emas, serta memiliki pagoda di bagian atapnya.
Setiap pagoda memiliki filosofi yang bermakna di baliknya. Bagian atap masjid memiliki lima pagoda, ini melambangkan lima rukun Islam. Pagoda di atap induknya terdiri dari tiga susun, mengartikan kerangka dari agama Islam (Iman, Islam, Ihsan).
Sementara pagoda kecilnya terdiri dari dua susun, menyiratkan makna bahwa untuk mendapat kebahagiaan dunia akhirat, perlu menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan makhluknya.
Hubungan yang baik sesama antar makhluk dan umat beragama ini benar-benar nyata dalam kehidupan masyarakat di sekitar Masjid Tjia Khang Hoo.
Ketua Dewan Kemakmuran (DKM) Masjid Tjia Khang Hoo, Muhammad Wildan Hakiki (anak dari Budiyanto) mengatakan bahwa penduduk di sini selalu menjaga hubungan yang harmonis.
Hal itu karena sang kakek merupakan penduduk asli di daerah sana, keluarga, dan warga sekitar juga mendukung pembangunan masjid tersebut sehingga tidak pernah ada gesekan hingga saat ini.
Harmonisasi Umat Beragama Sangat Terasa di Sekitar Masjid Tjia Khang Hoo BACA HALAMAN BERIKUTNYA


















































