Mendag Buka Suara soal Rencana RI-AS Bentuk Dewan Perdagangan

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons rencana pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi (Council of Trade and Investment) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Ia menilai forum tersebut dapat menjadi mekanisme penyelesaian persoalan perdagangan kedua negara secara bilateral tanpa harus langsung dibawa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Budi mengatakan pembentukan forum tersebut bertujuan memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan dagang agar implementasi perjanjian perdagangan antara kedua negara dapat berjalan lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bagus, jadi justru untuk memfasilitasi, misalnya ada masalah terkait perdagangan kan bisa diselesaikan secara bilateral. Maksudnya bagus, biar perjanjian yang sudah ada ini berjalan dengan baik," ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (20/2).

Menurut Budi, keberadaan dewan tersebut juga membuka ruang dialog langsung jika terjadi sengketa perdagangan antara Indonesia dan AS. Dengan begitu, kedua negara dapat mencari solusi bersama sebelum menempuh jalur penyelesaian sengketa internasional.

"Kalau misalnya sengketa dagang, itu kan banyak yang langsung ke WTO. Jadi ini maksudnya bisa diselesaikan bilateral, jadi memang bagusnya begitu sih. Kalau ada masalah perdagangan bisa diselesaikan secara bilateral," ujar Budi.

Ia menegaskan mekanisme tersebut sejalan dengan tujuan perjanjian dagang antarnegara yang pada prinsipnya ditujukan untuk memberikan manfaat bersama bagi pihak-pihak yang terlibat.

Pemerintah Indonesia dan AS sebelumnya sepakat membentuk Dewan Perdagangan dan Investasi sebagai forum khusus untuk membahas berbagai persoalan perdagangan dan investasi kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan forum tersebut akan menjadi mekanisme awal untuk membahas gangguan perdagangan, termasuk lonjakan impor atau persoalan neraca perdagangan, sebelum sengketa dibawa ke WTO.

Menurut Airlangga, seluruh persoalan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan AS akan dibahas terlebih dahulu di forum tersebut, termasuk jika terjadi lonjakan impor yang dinilai tidak wajar atau berpotensi mengganggu industri dalam negeri.

Pembentukan dewan ini merupakan bagian dari kerja sama perdagangan yang disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-Amerika Serikat di Washington DC.

Perjanjian tersebut juga mengatur sejumlah kebijakan perdagangan, termasuk penerapan tarif timbal balik AS sebesar 19 persen terhadap produk Indonesia, dengan beberapa komoditas tertentu mendapat pembebasan tarif atau tarif nol persen. Kesepakatan akan mulai berlaku setelah kedua negara menyelesaikan proses hukum domestik masing-masing.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |