Mengapa Makeup Thailand Kini Geser Dominasi Tren Makeup Korea?

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 06 Agu 2026 19:30 WIB

namtan tipnareee Ilustrasi. Tren makeup Thailand kini mulai menggeser makeup Korea di kawasan Asia Tenggara. (Instagram/@namtan.tipnaree)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama lebih dari satu dekade, tren kecantikan Asia identik dengan Korea Selatan. Demam K-beauty melahirkan berbagai produk skincare berlapis, cushion, hingga riasan natural ala 'glass skin' yang menjadi kiblat perempuan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Namun, beberapa tahun terakhir, arah tren mulai bergeser. Di media sosial seperti TikTok dan Instagram, semakin banyak beauty influencer yang beralih menggunakan produk dan teknik makeup asal Thailand. Tak sedikit pula yang menyebut riasan Thailand lebih cocok untuk cuaca tropis dibandingkan gaya Korea.

Fenomena ini turut melahirkan istilah T-beauty, sebutan untuk industri kecantikan Thailand yang kini berkembang pesat dan mulai menjadi pesaing serius K-beauty di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, mengapa makeup Thailand kini begitu digemari? Berikut beberapa alasannya:

1. Lahir dari kebutuhan negara tropis

Salah satu kekuatan terbesar T-beauty adalah produknya memang dirancang untuk menghadapi cuaca panas dan lembap.

Melansir CNA, Thailand memiliki kondisi iklim yang sangat mirip dengan Indonesia. Suhu tinggi, kelembapan udara yang ekstrem, paparan sinar matahari, serta polusi menjadi tantangan sehari-hari yang memengaruhi daya tahan makeup.

Karena itu, banyak merek kecantikan Thailand mengembangkan produk dengan karakteristik seperti:

• ringan di kulit,

• tahan keringat,

• mampu mengontrol minyak,

• tahan lama meski digunakan seharian,

• nyaman dipakai di bawah sinar matahari.

Managing Director Karmarts, Wongwiwat Theekhakhirikul, mengatakan produk T-beauty dikembangkan berdasarkan kondisi nyata kehidupan di negara tropis.

"Produk kami dibuat untuk menghadapi panas, kelembapan tinggi, paparan UV yang kuat, dan digunakan sepanjang hari," ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi keunggulan karena negara-negara Asia Tenggara memiliki tantangan kulit yang serupa.

2. Lebih cocok untuk kulit orang Asia Tenggara

Jika K-beauty selama ini banyak dikembangkan berdasarkan karakteristik kulit masyarakat Korea yang hidup di negara beriklim empat musim, T-beauty justru fokus pada kebutuhan kulit di kawasan tropis. CEO Srichand United Dispensary, Rawit Hanutsaha, menyebut konsep ini sebagai T-Skin, yakni karakter kulit yang hidup di lingkungan panas, lembap, dan penuh polusi.

Kulit di wilayah tropis umumnya menghadapi masalah seperti:

• produksi minyak berlebih,

• paparan sinar UV tinggi,

• polusi,

• hiperpigmentasi,

• flek akibat matahari.

Karena itu, produk Thailand cenderung memiliki tekstur gel yang ringan, cepat menyerap, tetapi tetap memberikan hidrasi tanpa membuat wajah terasa lengket. Pendekatan ini dinilai lebih relevan bagi konsumen Indonesia dibandingkan produk yang dikembangkan untuk negara dengan musim dingin.

3. Makeup yang benar-benar tahan seharian

Di media sosial, makeup Thailand identik dengan hasil akhir yang tetap rapi meski dipakai dalam cuaca panas. Banyak foundation, cushion, bedak, hingga setting spray asal Thailand dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap minyak dan keringat.

Hal ini membuat makeup Thailand menjadi favorit bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau menggunakan transportasi umum dalam cuaca panas. Berbeda dengan sebagian tren makeup Korea yang lebih mengutamakan hasil kulit berkilau atau dewy, makeup Thailand justru menawarkan tampilan soft matte, tetapi tetap terlihat segar dan natural.

pansaTren Thai Beauty makin tenar di kawasan Asia Tenggara. (Instagram/@panly.v)

4. Tren makeup yang lebih tegas

Selain formulanya, teknik riasan Thailand juga sedang naik daun. Jika makeup Korea identik dengan tampilan polos, alis lurus, bibir gradasi, dan riasan yang sangat minimalis, makeup Thailand tampil lebih berani tanpa terlihat berlebihan.

Ciri khasnya antara lain:

• complexion yang halus tetapi tetap berdimensi,

• kontur wajah lebih tegas,

• alis lebih berkarakter,

• bulu mata lentik,

• eyeliner tipis yang mempertegas mata,

• bibir dengan warna yang lebih hidup.

Hasil akhirnya tetap natural, tetapi memberi efek wajah yang lebih tajam dan fotogenik. Gaya ini dinilai lebih sesuai dengan karakter wajah masyarakat Asia Tenggara yang umumnya memiliki fitur wajah berbeda dengan masyarakat Korea.

5. Tak lagi mengejar kulit seputih mungkin

Perubahan lain yang mendorong popularitas T-beauty adalah bergesernya standar kecantikan. Jika dulu banyak produk Asia berfokus pada efek memutihkan kulit, kini konsumen lebih mengutamakan kesehatan skin barrier dan kulit yang tampak sehat.

Pendiri merek Her Hyness, Kanyachat "Elle" Lerttanapaiboon, mengaku pernah terobsesi memiliki kulit lebih putih hingga menggunakan bahan aktif berlebihan yang justru merusak kulitnya. Pengalaman tersebut mendorong lahirnya produk yang lebih menitikberatkan pada kesehatan kulit dibanding sekadar warna kulit.

Menurutnya, kulit cerah bukan berarti kulit sehat. Kini banyak produk Thailand berfokus mengatasi masalah yang memang umum dialami masyarakat Asia Tenggara, seperti melasma, hiperpigmentasi, dan kerusakan skin barrier akibat paparan sinar matahari.

6. Didukung gelombang soft power Thailand

Popularitas T-beauty juga tak lepas dari meningkatnya pengaruh budaya populer Thailand di dunia. Kesuksesan drama Thailand serta popularitas aktor seperti Bright Vachirawit dan Win Metawin membuat perhatian dunia terhadap fesyen, gaya hidup, hingga produk kecantikan Thailand ikut meningkat.

Media sosial turut mempercepat penyebaran tren tersebut. Produk yang dulu hanya bisa dibeli saat berlibur ke Bangkok kini dengan mudah ditemukan melalui e-commerce maupun toko kosmetik di berbagai negara Asia.

Menurut data Euromonitor International, pasar produk kecantikan dan perawatan diri Thailand mencatat penjualan ritel mencapai sekitar 270 miliar baht atau sekitar US$8 miliar pada 2025. Pemerintah Thailand juga menetapkan industri kosmetik sebagai salah satu sektor unggulan setelah jumlah perusahaan kosmetik baru meningkat sekitar 20 persen.

(tis/tis)

Read Entire Article
| | | |