PNM Ajak Nasabah Mekaar Studi Banding, Buka Jalan Inovasi Usaha

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi banyak usaha ultra mikro, keterbatasan bukan hanya soal modal, tetapi juga akses terhadap pengetahuan dan inspirasi untuk mengembangkan usaha. Dari sini PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menghadirkan perubahan.

Melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, PNM membantu nasabah yang tergabung dalam program Mekaar membuka cara pandang baru dalam melihat potensi usaha yang mereka miliki.

Berangkat dari keyakinan bahwa peningkatan kapasitas usaha merupakan fondasi lahirnya kesejahteraan, PNM mengajak para ketua kelompok nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mengikuti program Reward Studi Banding sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha perempuan pelaku usaha ultra mikro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui program tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah. Dalam salah satu kegiatan di Solo, misalnya, para peserta mempelajari proses mengolah singkong menjadi berbagai produk olahan, seperti slondok dan gemblong, yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

PNM menilai penguatan kapasitas usaha tidak hanya bergantung pada akses pembiayaan, tetapi juga pada perluasan wawasan, pengetahuan, serta inspirasi dalam mengembangkan usaha. Karena itu, PNM menghadirkan program pemberdayaan yang memungkinkan nasabah belajar dari praktik usaha yang telah berhasil diterapkan.

Pendekatan tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan diri untuk terus berkembang dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi keluarga mereka.

Direktur Utama PNM mengatakan pengalaman belajar secara langsung menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kapasitas pelaku usaha ultra mikro yang banyak berawal dari usaha rumahan.

Dia mengatakan, di bawah naungan Danantara, PNM terus memperkuat pelayanan yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan belajar dari praktik terbaik.

"Kami ingin setiap pengalaman yang diperoleh para nasabah mampu diterjemahkan dan diajarkan kembali ke anggota kelompoknya menjadi inovasi usaha yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga," ujarnya.

Dampak tersebut mulai dirasakan para peserta. Salah satu peserta, Dyah Wulandari, mengaku memperoleh banyak inspirasi baru setelah mengikuti studi banding tersebut.

Menurutnya, bahan baku yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar ternyata dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Senang, jadi tahu bahan baku yang selama ini ada di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik. Saya jadi tidak sabar mencoba hal baru dan mengembangkan usaha saya," ungkapnya.

Selain memperkaya wawasan bisnis, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antarpeserta melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Bagi PNM, perubahan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan, tetapi juga dari tumbuhnya jejaring, rasa percaya diri, dan keberanian para perempuan ultra mikro untuk terus berinovasi.

Melalui berbagai program pemberdayaan, PNM terus menunjukkan bahwa menciptakan dampak berarti menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.

Dengan menggabungkan pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha, PNM tidak hanya membantu nasabah menjalankan usaha hari ini, tetapi juga membangun fondasi agar mereka mampu naik kelas, lebih adaptif terhadap perubahan, dan semakin berdaya saing dalam memperkuat ekonomi keluarga maupun masyarakat.

(ory/ory)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |